Preferensi Konten Gen Z: Olahraga Dominan dan Tren Lintas Generasi Menurut Survei APJII 2024

BERITA, OLAHRAGA90 Dilihat
banner 468x60

BBSNEWS.CO.ID, Olahraga telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar kebutuhan dasar, melainkan sebuah gaya hidup yang semakin digemari oleh banyak kalangan. Popularitasnya semakin meningkat berkat para influencer di media sosial yang rutin membagikan berbagai konten terkait aktivitas fisik, sehingga menumbuhkan semangat hidup sehat di masyarakat. Fenomena ini sangat terasa di kalangan generasi muda, terutama Gen Z.

Menurut data terbaru dari survei penetrasi internet Indonesia pada tahun 2024, olahraga mendominasi sebagai jenis konten paling populer di antara Gen Z. Survei tersebut mengungkapkan bahwa 41,36% responden dari kelompok usia ini secara konsisten mengakses berita dan informasi seputar olahraga. Data ini menegaskan bahwa minat terhadap dunia olahraga jauh melampaui topik-topik lain di kalangan generasi muda.

banner 336x280

Selain olahraga, kategori konten hiburan dan kabar selebriti juga menarik perhatian dengan 31,42% responden yang mengaku rutin mengikuti berita tersebut. Informasi tentang ekonomi, keuangan, dan bisnis juga diminati oleh 26,83% responden, sedangkan konten di bidang pendidikan, sains, dan teknologi menarik perhatian 25,02% responden.

Konten yang berkaitan dengan budaya dan pariwisata juga memiliki daya tarik tersendiri, dengan 24,98% responden yang mengaksesnya secara rutin. Sementara itu, informasi seputar kesehatan diikuti oleh 23,13% responden, dan konten internasional hanya dicapai oleh 5,31% responden. Ada pula 3,58% responden yang menyatakan tidak mengakses konten apapun melalui internet.

Survei ini juga menyoroti perbedaan preferensi konten berdasarkan generasi. Generasi Milenial, Gen X, dan Baby Boomer cenderung lebih sering mengikuti isu-isu politik, sosial, hukum, dan HAM dengan persentase masing-masing mencapai 41,94%, 47,07%, dan 51,55%.

Survei dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) antara 18 Desember 2023 hingga 19 Januari 2024, melibatkan 8.720 Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai daerah dengan usia minimal 13 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung oleh enumerator profesional, menghasilkan margin kesalahan sebesar 1,1%.

banner 336x280
Baca Juga  Aktivitas Warga Indonesia dalam Sektor Judi dan Skema Penipuan di Kamboja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *