Dilaporkan bahwa permintaan suaka Lao Du di Tiongkok ditolak

NASIONAL71 Dilihat
banner 468x60

BBSNEWS.CO.ID, Baru-baru ini beredar rumor bahwa mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengajukan permohonan suaka di Tiongkok tetapi ditolak, sehingga memaksanya kembali ke Filipina.

Media Filipina melaporkan, mengutip sumber yang dapat dipercaya, bahwa pada awal Januari, pemerintah Filipina telah berencana untuk menangkap Duterte setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan.
Sumber mengatakan Kepolisian Nasional Filipina (PNP) menyebut misi tersebut “Oplan Tugis.” Kepala Kepolisian Nasional Filipina Rommel Francisco Mabir memerintahkan kepala Kelompok Investigasi dan Deteksi Kriminal (CIDG) Mayjen Nicolas Torre III untuk menangkap Duterte segera setelah dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh ICC.

banner 336x280

Sumber tersebut menambahkan bahwa Kamar Pra-Peradilan ICC I mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Duterte pada tanggal 7 Maret ketika ia melakukan perjalanan ke Hong Kong untuk menghadiri acara pekerja Filipina di luar negeri.

Kelompok Investigasi Kriminal Kepolisian Nasional Filipina berkoordinasi erat dengan Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) untuk melaksanakan surat perintah penangkapan Duterte.

Dilaporkan bahwa Biro Investigasi Kriminal Kepolisian Nasional Filipina awalnya ingin menangkap Duterte di Hong Kong, tetapi polisi Hong Kong menolak untuk bekerja sama karena China bukan anggota Pengadilan Kriminal Internasional atau pihak dalam Statuta Roma. Oleh karena itu, Filipina hanya dapat mengirimkan empat agen tim investigasi kriminal untuk memantau keberadaan Duterte di Hong Kong.

Pada tanggal 11 Maret, Duterte memutuskan untuk kembali ke Filipina setelah China menolak permintaan suakanya. Ada laporan bahwa polisi Hong Kong bahkan memantau Duterte untuk memastikan dia kembali ke Filipina. Distrik lampu merah di Sihanoukville telah bermunculan seperti jamur setelah hujan, tetapi pihak berwenang belum mengambil tindakan apa pun!

banner 336x280
Baca Juga  84 WNI dari kawasan penipuan telekomunikasi Myanmar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *