Semua Harga Sembako Selama Puasa Dan Jelang Lebaran Sudah Turun, Kecuali Daging Sapi yang tetap

2

Semua Harga Sembako Selama Puasa Dan Jelang Lebaran Sudah Turun, Kecuali Daging Sapi yang tetap

PaparazyNews.NET – Setelah Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (07/06), diketahui sejumlah Menteri memberikan keterangan pers kepada awak media yang sudah menunggu sejak pagi hari diKantor kepresidenan, Jakarta.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, pada prinsipnya pemerintah memandang, bahwa kesiapan selama bulan puasa dan jelang lebaran pada saat ini relatif semuanya sudah siap. Termasuk penanganan terhadap transportasi, mengontrol harga – harga kebutuhan Pokok, keamanan, dan juga infrastruktur lainnya.

Disisi lain, Menko Perekonomian, Darmin Nasution menambahkan, kalau dilihat dari perkembangan minggu ke minggu, atau bulan ke bulan, selama 1 bulan terakhir ini, sebetulnya harga pangan yang masih agak tinggi kenaikannya adalah gula pasir.

” Kalau beras, sama sekali tidak. Kemudian, barangkali daging walaupun dia tetap agak bertahan tinggi, ada kenaikan sedikit, tetapi tidak banyak,” kata Darmin, Selasa (07/06) sore, menjelaskan kepada wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden, Jakarta.

Menurut Menko Perekonomian, pemerintah sudah mengusahakan namun sampai dengan hari ini, ternyata harganya masih agak bertahan. Sehingga tidak ada jalan lain, suplainya, pasokannya harus dinaikkan lagi.

” Karena apapun alasannya harusnya harga sudah mulai bergerak turun,” ujarnya.

Yang juga masih positif, artinya arahnya, bukan turun tapi ada sedikit naik, lanjut Darmin, adalah daging ayam. Meskipun itu ada positifnya, bukan negatif, kalau dilihat harga rata – rata mingguan atau dari bulan ke bulan. Tapi kalau harga bawang merah, Menko Perekonomian memastikan itu sudah turun.

Menko Perekonomian menegaskan, pemerintah masih terus mencari, menyiapkan langkah – langkah untuk mengendalikan dan menurunkan harga, supaya tercapai apa yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat Rapat Terbatas mengenai dampak kenaikan kebutuhan bahan pokok.

” Kita semua tahu, bahwa Bapak Presiden sudah menyampaikan harga berapa, untuk harga daging yang beliau inginkan. Dan kita juga sebenarnya sudah membuat range harga, berapa harga tertinggi yang sudah harus diintervensi dan berapa harga terendah yang juga harus diintervensi, baik itu bawang dan sebagainya,” terang Darmin.

Sementara itu, menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengemukakan, stok beras kita di bulan Juli sekitar 2 juta lebih, dibanding dengan tahun lalu itu sekitar 1 juta lebih, hampir 2 kali lipat stok kita di Bulog.

Kemudian gula pasir, menurut Amran, masih kita impor. Minyak goreng, stok kita untuk bulan Juni sekitar 1 juta 800 ton, kebutuhan 435 ton. Artinya 4x lipat sampai 5x lipat dari kebutuhan, tapi harganya ikut – ikut naik,” jelas Amran.

Menurut Menteri Pertanian, kenaikan harga minyak goreng itu sudah dibahas dan sudah diupayakan, pihaknya bersama dengan Menteri Perdagangan dan Menteri BUMN menemui langsung produsen seperti Bimoli, Filma, dan seterusnya.

” Alhamdulillah, harga minyak goreng turun 5,5% dan berlaku secara nasional,” ujarnya.

Kemudian cabai besar, menurut Amran, stoknya lebih dari kebutuhan. Sementara untuk bawang merah, stoknya 102 ribu kebutuhan 89 ribu ton. Daging ayam 256 ribu ton, kebutuhan 112 ribu ton. “Ini juga kita sudah ekspor,” ujarnya.

Menteri Pertanian menjelaskan langkah – langkah ke depan jangka pendek adalah operasi besar – besaran, kerja sama dengan produsen, memotong rantai pasok.

Pada jangka panjang memotong rantai posok dari produsen langsung ke toko tani dan seterusnya. “Kita kerja sama dengan koperasi, hal ini kita lakukan. Ini memang butuh waktu, karena persoalan ini sudah bertahun – tahun,” ujarnya.

Secara umum, menurut Menteri Pertanian, kebutuhan bahan pokok seperti beras, cabai, bawang merah, daging ayam sudah turun. Hanya saja yang masih menjadi pekerjaan pemerintah adalah daging. Tetapi, jelas Amran lebih lanjut, sudah ada langkah positif dimana Bulog menjual daging Rp80.000/kilogram.

” Kita juga sudah dengan Menteri Perdagangan mengeluarkan rekomendasi impor 27.000 ton. Juga dengan kerja sama TTI dengan pihak swasta, operasi pasar kemarin 1.000 ton dengan harga Rp75.000. Ini memang butuh waktu,” tegasnya.

Jakarta, 08 Juni 2016
Penulis: Dede.Setiawan

Facebook Comments