Yuni Tega Gorok Bayinya Karena Malu

Yunianda Totos (YT) alias Yuni (21) yang tega menggorok bayi yang baru dilahirkannya hingga tewas kini harus menghadapi proses hukum. Menurut polisi, Yuni tega menggorok leher sang bayinya itu karena malu.

“Yang bersangkutan malu punya bayi. Apakah bayinya hasil hubungan di luar pernikahan atau sebab lain, masih kami telusuri,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho, Senin (22/1).

Polisi tak habis pikir mengapa Yuni setega itu kepada bayi yang tidak punya daya apa-apa. Polisi membawanya ke dokter psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

“Hasilnya (tes kejiwaan) baru siang ini (kemarin) akan kami ambil,” imbuh Alexander.

Menurut Alexander, Yuni baru menyesali perbuatannya setelah ditangkap polisi. Bahkan ketika rekonstruksi digelar di rumah makan ‘Bebek Janda’ di Jl Senayan Utama, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Kamis (19/1) lalu, Yuni histeris sehingga proses rekonstruksi pun berjalan lama.

“Dia menangis saat rekonstruksi karena ingat kejadian itu, sehingga rekonsntruksi pun berjalan selama 2,5 jam,” katanya.

Dalam rekonstruksi tersebut, Yuni memperagakan 18 adegan. Adegan dimulai dari Yuni mengambil pisau di dapur rumah makan, tempatnya bekerja itu, hingga adegan inti menggorok bayi malang tersebut.

“Pada adegan ke-12 pelaku menyayat leher korban dengan pisau yang dipegang di tangan kanannya sehingga sayatan tersebut mengakibatkan leher dan telinga bagian kanan bayi mengalami luka robek dan mengeluarkan darah,” jelas Alexander.

Kepada polisi, Yuni mengaku bahwa sebelum menggorok leher bayinya itu, dia mengira bayinya terlahir dalam keadaan sudah meninggal dunia. Namun, Yuni kaget ketika melihat bayinya bergerak-gerak hingga akhirnya memutuskan untuk menggorok leher bayi laki-laki itu.

“Kehadiran bayi itu tidak dikehendaki oleh tersangka. Pisau itu dia bawa tadinya untuk memotong tali ari-ari bayi, tetapi karena bayinya bergerak-gerak, dia kemudian menggorok bayinya,” katanya lagi.

Yuni dikenakan pasal berlapis atas perbuatan sadisnya itu. Dia dijerat Pasal 80 ayat (3) dan (4) UU RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 341 KUHP.(Mila)

Facebook Comments
torabika