Waspada Kosmetik Ilegal Berbahaya

Penyelundupan Satu Kontener Kosmetik Ilegal Digagalkan

SERANG
Petugas gabungan dari Balai POM Banten, Balai Karantina Pertanian Cilegon, KSKP Merak, Polsek Pulo Merak, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satu kontener kosmetik ilegal senilai Rp5,4 miliar. Truk kontener BM 8130 RY berisi kosmetik ilegal ini diamankan petugas disebuah SPBU di Merak, Kota Cilegon, Minggu (25/3) sekitar pukul 24.00 WIB.

“Truk kontener tersebut ditemukan saat parkir di SPBU Jabal Nur Merak. Saat kita minta dokumen pengiriman, supir truk tidak dapat memberikan sehingga kami terpaksa mengamankan truk tersebut ke Kantor Balai Karantina,” ungkap Kepala BPOM RI, Penny K. Lukita, Selasa (27/3).

Penny mengatakan, setelah tiba di Balai Karantina Pertanian, petugas langsung membongkar kontener dan ternyata berisi tumpukan kardus. Ketika beberapa kardus dibuka, isinya diketahui adalah kosmetik bermerk RDL Hydroquinone Tretinoin Babyface yang diproduksi dari Pilipina.

“Setalah dilakukan pengecekan melalui laboratorium, kosmetik RDL ini mengadung bahan kimia yang sangat berbahaya yang tidak selayaknya digunakan pada kosmetik. Karena tak dilengkapi dokumen dan sangat berbahaya, makanya kita amankan,” tegas Penny.

Penny juga mengatakan, bahwa upaya penyelundupan ini, pertama, negara dirugikan atas tidak masuknya pajak produk. Kedua, jika produk digunakan akan bisa membuat kulit wajah iritasi, merah dan merusak kulit. Apalagi jika masuk ke aliran darah akan berbahaya bagi ginjal.

Diungkapkan Penny, berdasarkan dari keterangan supir, truk berisi kosmetik ilegal ini masuk Pelabuhan Merak melalui Pelabuhan Bakauheuni, Lampung. Rencananya, kosmetik yang bernilai Rp5,4 miliar itu akan dikirim ke Jakarta. Hanya saja Penny enggan menyebutkan pengirim, penerima maupun identitas supir.

“Kalau untuk pengiriman, kosmetik ini akan dibawa ke Jakarta. Siapa pengirim dan penerima, sudah ada di petugas penyidik PPNS. Dalam kasus ini, juga belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Terkait dengan masih maraknya peredaran produk ilegal, Kepala BPOM ini meminta kepada seluruh pelaku usaha di bidang obat dan makanan untuk mematuhi segala perundang-undangan. “Saya juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Cek hanya tergiur dengan harga murah, cek kemasan, izin edar maupun masa kadaluarsa,” katanya. (pedi)

Facebook Comments
torabika