Warga Miskin Merengek Minta Baznas Bayarkan Iuran BPJS

oleh

LEBAK – Amah, warga tidak mampu di Kampung Babakan Nambo Seeng, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung meminta sumbangan untuk membayar tagihan iuran aktivasi BPJS Kesehatan sebesar Rp 2 juta kepada Baznas Kabupaten Lebak.

Kedatangan Amah ke Baznas Lebak didampingi Lurah Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung Ikhsan Hakim.

“Kartu BPJS Kesehatan perlu diaktivasi karena mau digunakan untuk pengobatan anak saya yang sakit jantung. Kata dokter, jantungnya bocor dan harus segera dirawat namun kartu BPJS yang ada tidak bisa digunakan sebelum membayar tagihan iuran sebesar Rp 2 juta, uang dari mana untuk makan saja sulit sehingga dengan terpaksa minta bantuan kepada pak Lurah dan oleh pak Lurah diajak ke sini (Baznas Lebak),” ujar Amah di kantor Baznas Lebak, Rabu (11/10).

Menurut Amah, kartu BPJS Kesehatan miliknya tidak aktif karena memang sudah dua tahun lamanya tidak lagi membayar iuran bulannya. Hal itu terhitung dari semenjak suaminya meninggal dunia.

“Dari semenjak suami meninggal itulah kami tidak lagi sanggup membayar iuran BPJS. Pas sekarang mau digunakan, ya tagihannya membengkak, jangankan untuk bayar iuran, waktu berobat pertama pas sakit saja dapatkan biaya dari hasil swadaya warga dan dari bantuan dari pak lurah, sedangkan sekarang ini karena atas saran dokter harus segera dirawat ya alhamdulilah Baznas siap membantu membayar tagihan BPJS Kesehatan sebesar Rp 2 juta,” katanya.

Lebih lanjut Amah menuturkan, dirinya tidak menyangka kalau anaknya bernama Kesih baru berusia 9 tahun sudah terkena penyakit jantung.

“Kasian melihatnya, jalan sedikit saja cepet lelah sampai-sampai terpaksa putus sekolah. Dari seharusnya duduk di bangku kelas 3 tapi karena gak kuat jalan jadinya disuruh istirahat di rumah aja,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Cijoro Lebak Ikhsan Hakim menuturkan, kedatangannya ke Baznas mengantar Amah. ”Lagi butuh biaya untuk bayar aktivasi kartu BPJS Kesehatan dan alhamdulilah sudah direalisasikan. Ke-depan akan kita usulkan untuk mendapatkan Kartu Indonesia Sehat karena memang dari keluarga tidak mampu,” pungkasnya.

Dikatakan Ikhsan, keluarga Amah ini tercatat dalam kepesertaan BPJS Kesehatan tetapi lewat jalur mandiri.

“Jika mandiri, dan setiap bulannya tidak membayar iuran premi maka untuk melakukan aktivasi harus bayar denda dan iuran wajibnya. Saya tentu miris melihatnya, karena ketidak mampuan ibu Amah membayar iuran ini karena memang suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga sudah meninggal,” ujarnya.