Warga Minta Pemkot Cilegon Tangani Persoalan Banjir

0

Masyarakat di Linkungan Pintu Air, RT 01 RW 04, Kelurahan Samangraya, Kota Cilegon, meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon segera menangani persoalan banjir yang melanda sejumlah pemukiman warga dan jalan. Pasalnya, peristiwa tersebut telah memutus aktifitas.

Salah seorang warga Samangraya, Kota Cilegon, Andi mengatakan, dirinya kecewa terhadap sikap Pemkot Cilegon karena tidak segera menangani persoalan banjir. Karena itu, ia bersama warga lainnya memblokir jalan Anyar-Cilegon.

“Pemblokiran jalan ini, kami lakukan sampai ada penanganan. Jangan Cuma datang kesini ngasih bantuan sembako, tapi mencari solusi penanganan banjir. Itu tugas pemerintah,” katanya, kemarin.

Diungkapkan Andi, pemblokiran jalan dilakukan karena selain Pemkot Cilegon dianggap tidak peduli, juga demi keselamatan pengendara agar tidak melintasi jalur berbahaya karena tergenang air. Untuk itu, ia berharap dengan aksi tersebut, pemerintah dapat langsung turun tangan demi keselamatan masyarakat.

“Dengan begini, seharusnya pemerintah langsung sigap, dengan mengatasi banjir. Kemudian, tidak ada pengendara yang nekat melintas, karena berbahaya,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Cilegon, AKP Fikri Ardiansyah mengatakan, dengan tidak dapat dilaluinya jalur Anyar-Cilegon karena tergenang air, maka pihaknya mengalihkan arus lalulintas ke arah Jalan Lingkar Selatan (JLS).

“Kendaraan roda dua dan mobil-mobil kecil yang mau ke arah Anyer, semuanya kita alihkan lewat JLS,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, petugas kepolisian berjaga. Namun tak nampak petugas BPBD maupun Pemkot Cilegon melakukan usaha penyedotan air atau mengurangi banjir yang masih merendam rumah warga maupun jalan menuju lokasi wisata Anyer.

Diketahui, banjir merendam sejumlah lokasi di Kota Cilegon, seperti Kantor Polres Cilegon, kantor Pemkot Cilegon, hingga kantor DPRD Cilegon. Bahkan taman layak anak pun ikut terendam, yang diklaim sebagai daerah resapan air.

Facebook Comments
torabika