Warga Keluhkan Pembangunan JORR, Perhatian Gubernur Banten Diharapkan

0

Bbsnews, Tangerang – Pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau kerap disebut Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 sudah makin terlihat pembangunannya di wilayah Kota Tangerang. Seperti di Jl. HR Rasuna Said, Jl. KH Hasyim Ashari, Jl. Benteng Betawi, dan Jl. Daan Mogot nampak pengerjaan konstruksi jembatan JORR 2 Kunciran-Bandara.

Namun di lain sisi, Warga Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang Kota Tangerang mengeluhkan kecilnya biaya pergantian pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol JORR 2. Hal ini diakui warga Pakojan seusai rapat dengan pihak Jasa Marga dan BPN di Kantor Kelurahan Pakojan, pada Rabu (7/11).

Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengungkapkan, harga yang ditawarkan kepada warga pada untuk tanah tanpa bangunan sebesar Rp 2.100.000/meter namun semua warga menolak. Harga itu ditawarkan saat diadakan pertemuan pihak jasa marga dengan warga pada tahun 2017, karena tidak ada titik temu rapat saat itu warga membubarkan diri.

Menurut keterangan warga rapat di Kelurahan Pakojan pada Rabu (7/11/18) dimulai pukul 09:00 sampai 12 siang hadir perwakilan Jasamarga Feri selaku kuasa hukum, “sudah 6 kali rapat pertemuan, tapi terkesan bertele-tele,” ujarnya.

“Ga ada Transparansi kepada kami antara pihak Jasa Marga, BPN, dan Kelurahan. saya juga merasa bingung dari pertemuan tadi, muter-muter aja omongannya,” ungkap salah seorang warga yang juga tidak ingin disebutkan namanya. Hal ini dijelaskan karena banyaknya mafia tanah di wilayah Kelurahan Pakojan, “tolong jangan disebut nama pas pemberitaan, khawatir kenapa-kenapa tar,” ujarnya dengan dialek khas Cipete.

Besar harapan Warga Pakojan kepada Gubernur Banten H. Wahidin Halim memperhatikan nasib warga Pakojan yang terkena dampak pembangunan JORR 2. “saya mah dukung program pemerintah untuk bangun jalan tol untuk kepentingan masyarakat, tapi tolonglah perhatikan juga nasib kami,” ujar pria kelahiran tahun 1969 yang diakuinya warga asli Tangerang.

Salah seorang warga yang berprofesi sebagai Petani berharap setelah tergusur nanti ada kemajuan kehidupan dan peningkatan perekonomian, “jangan sampe hidup kita terpuruk setelah kegusur,” ujarnya.

(Adi)

Facebook Comments
torabika