Warga Keluhkan Debu Dijalan By Pass, Ganggu Kenyamanan

0

Sejumlah warga masyarakat di sepanjang jalan Soekarno Hatta (by Pass) Rangkasbitung termasuk para pengguna jalan tersebut mengeluhkan debu yang bersumber dari jalan tersebut.

Pasalnya, sejak dilakukan perbaikan lapisan atas (belum diaspal) hingga kini dibiarkan dan belum dilakukan penghotmixan sehingga menimbulkan debu berterbangan dan berpotensi mengganggu kesehatan warga yang ada di jalan tersebut. Khususnya dititik titik jalan yang di perbaiki.

Karena itu pihak Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menangani perbaikan jalan Nasional tersebut didesak segera melakukan penghotmixan atau upaya lain untuk mencegah munculnya debu agar tidak bertebaran.

Supardi, warga Jalan By Pas mengatakan, saat ini perbaikan jalan yang dilakukan pihak Kementriaan PUPR baru sebatas proses pengerasannya dengan menggunakan material batu kerikil.

Mengingat selama pengerasan dilakukan, semua jenis kendaraan lalulalang melintasi jalan tersebut, maka akhirnya debu yang beretanaran tidak bisa dihindarkan.

“Sebanarnya bisa saja debu tersebut tidak bertabaran, asalkan pihak yang memperbaiki jalan tersebut melakukan penyemprotan air keseluruh badan jalan yang baru dipadatkan tersebut,” ujar Supardi, Selasa (8/5).

Asep, warga By Pass lainnya menabahkan, solusi lain agar Jalan By Pass tidak lagi mengeluarkan debu yang mengganggu kenyamanan masyarakat setempat, maka sebaiknya pihak Kementrian PUPR mempercepat penghotmikannya.

“Kalau hanya pengerasan atau pemadatannya, maka persoalan debu masih akan terjadi. Tetapi kalau badan jalannya segera dihotmik,maka tidak akan ada lagi debu yang bertebaran,” katanya.

Kepala Bidang Pemiharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, Entoy Saepudin mengatakan, pihaknya akan berusaha kordinasi dengan pihak pelaksana perbaikan jalan tersebut, agar persoalan debu yang mengganggu kenyamanan masyarakat bisa segera ditangani.

“Mengingat jalan By Pass ini, adalah Jalan Nasioanal, maka kami hanya mampu menyampaikan keluhahan masyatakat terkait persoalan debu di jalan tersebut kepihak pelaksana dari Kementrian PUPR tersebut,” katanya. (mam/nda)

Facebook Comments
torabika