Warga Cikumbueun Soalkan Bangunan Jalan Coran

Warga Desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi menyesalkan pembangunan jalan coran di Kp. Pasir Sake desa setempat sepanjang kurang lebih 200 meter itu, di Tengarai sarat dengan kepentingan pribadi. Pasalnya, pembangunan jalan lingkungan yang dialokasikan dari Anggaran Dana Desa (ADD) yang tidak diketahui berapa nilainya itu, sarat kepentingan pribadi karena manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat umum di wilayah tersebut.
“Yah jelaslah pembangunan jalan coran itu bukan merupakan jalan lingkungan warga, itu jalan hanya menuju rumah pribadi seorang tim sukses kepala desa. Makanya, semua warga menyesalkan dan mempertanyakan pembangunan jalan coran itu karena bukan dari duit kantong pribadi kades, tapi dari ADD yang harus dipertangjawabkan.”beberĀ  Rafei salah seorang warga Kp Pasir Sake, Desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi, kepada media, Rabu (30/5 ) yang dibenarkan oleh beberapa warga lainnya.

Menurutnya, pembangunan jalan coran itu tidak banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”Lebih baik uang itu dibagikan saja pada masyarakat langsung sudah pasti bisa dinikmati masyarakat. Masih banyak jalan yang sangat membutuhkan pembangunan jalan.”tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan aktivis pemuda, Sarkaya dan Ulfi bahwa yang diketahuinya bahwa pembangunan jalan coran yang berlokasi di Kp Sake itu tidak masuk dalam Musyawarah Dusun (Musdus) maupun Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Cikumbueun ataupun usulan dari Rukun Tetangga (RT) setempat.”Jelas ini adalah penyimpangan dan penyalahgunaan ADD. Bahkan kami menduga adanya unsur Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Desa Cikumbueun. Ini akan kami laporkan kepihak penegak hukum untuk bisa turun melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap penggunaan ADD di Desa Cikumbueun, kita lihat saja nanti.”ancamnya.

Mereka menyesalkan atas sikap kades dan pihak Badan Perwakilan Desa (BPD) yang tidak memikirkan pemerataan pembangunan di Desa Cikumbueun tersebut.”Kami akan dukung semua program pembangunan yang dilakukan kades jika itu benar-benar berpihak pada kemaslahatan dan kemanfaatan pembangunan itu. Tapi sebaliknya, kami tidak akan diam jika ada ketidak beresan di Desa Cikumbueun ini.”tegasnya, seraya menambahkan banyak persoalan yang krusial.”Kami ingin proses pembangunan dan pelaksanaannya berjalan dengan baik. Dan kedepan harus dilakukan berdasarkan musyawarah.”harapnya.

Sementara Kades Cikumbueun, Ade Sahroni saat hendak dikonfirmasi dirinya buru-buru langsung menuju kecamatan.”Saya mau rapat dulu ditunggu di kantor kecamatan.”ujarnya singkat. (mam/dew)

Facebook Comments
torabika