Wakapolsek Johar Baru AKP Ahmad Ollong, menyambangi Ketua RW 06 Tanah Tinggi.

Nama Johar Baru tentu tidak asing bagi masyarakat Jakarta, khususnya warga Jakarta Timur. Wilayah Kecamatan Johar Baru berada di wilayah hukum Polsek Johar Baru , Polres Metro Jakarta Pusat, sebelumnya dikenal wilayah rawan aksi tawuran dan peredaran narkoba.

Menurut Wakapolsek Johar Baru AKP Ahmad Ollong, SH jajaran Polsek Johar Baru terus mengoptimalisasi peran anggota dengan berbagai kegiatan yang bersemtuhan dengan masyarakat, salah satunya kegiatan door to door aistem (DDS) menyambangi pengurus RW, para Tokoh Agama, Tokoh Maayarakat , Tokoh Pemuda dan seluruh elemen nasyarakat.

Ditambahkan AKP Ahmad Ollong kegiatan sambang yang dilakukan polisi sebagai upaya antisipasi tawuran dan peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Johar Baru.

Wakapolsek terus menyambangi pemukiman warga di Jalan Tanah Tinggi Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, dengan menyambangi rumah kediaman Ketua RW 06 Kelurahan Johar Baru, Syahdi. Sabtu (10/3/2018) siang.

“Kawasan yang rawan tawuran dan peredaran narkoba serta aksi kejahatan ada di tiga lokasi diantara Jalan Tanah Tinggi, Baladewa dan Jalan T. Ketiga wilayah ini harus benar diantisipasi,” papar Wakapolsek Johar Baru AKP Ahmad Ollong kepada BRATAYUDHA, dilokasi sambang, Sabtu (10/3/2018)

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar pukul 11:00Wib, anggota Polsek Johar Baru, menyambangi ketiga wilayah itu. Dengan akrab polisi menegor warga kemudian memberikan nasehat pada masyarakat khususnya pada anak yang masih remaja.

Belasan anggota kepolisian dibawah pimpimpinan Ahmad Ollong, mendatangi rumah Ketua RW 06 Syahdi,56. Begitu diterima kemudian pengurus rukun warga itu membawa poli‎si ke tempat kos-kosan yang sering tawuran. Sesampainya di tempat kosan, ternyata disambut baik para warga.

Setelah polisi berkumpul bersama warga yang sering bertikai, polisi kemudian memberikan arahan. Khususnya pada anak remaja yang suka tawuran. Setelah polisi memberikan pengarahan kemudian diajak saling tukar pikiran hingga kelihatan akrab.

Setelah itu polisi kemudian mengajak anak remaja yang suka tawuran diajak untuk saling berkomunikasi.

Diakui Wakapolsek, polisi tidak dapat bekerja secara optimal tanpa partisipasi masyarakat, karena itu dibutuhkan komunikasi dan kordinasi secara intens. ” Dengan komunikasi secara intens, berkesinambungan, kamtibmas akan terjaga, wilayah hukum Polsek JJohar Baru selalu aman dan kondusif, ” katanya.

Dihubungi melalui telepon seluer, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu, S.Ik.,M.Si memberikan kebijakan jajarannya untuk terus mencoptakan program inovasi dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Ditambahkan Kapolres, dengan mengefektifkan program sambang DDS (door to door sistem) , kini kawasan Wilayah hukum Polsek Johar Baru yang dikenal identik daerah tawuran dan narkoba diharapkan menjadi daerah zero tawuran dan zero, kamtibmas terjaga, selalu aman dan kondusif.(Ade)

Facebook Comments
torabika