Usai Sidang Massa Lempar Batu ke Mobil Tahanan Terdakwa Pembunuh Eno di Vonis 10 Tahun Penjara

0
Usai Sidang Massa Lempar Batu ke Mobil Tahanan Terdakwa Pembunuh Eno di Vonis 10 Tahun Penjara


PaparazyNews.NET – Majelis hakim Pengadilan Tangerang menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada terdakwa pembunuh Eno, Rahmat Alim (16). Massa yang tidak menerima putusan hakim sempat mengejar terdakwa sehingga terjadi perang batu dengan polisi yang berjaga.

Usai vonis dibacakan saat sidang digelar, terdakwapun kemudian meninggalkan ruang pengadilan PN Tangerang, Banten, Kamis (16/6), dengan diapit dan digandeng beberapa orang polisi dengan senjata lengkap.

Selama berjalan meninggalkan ruang sidang, terdakwa mendapatkan cacian, serta makian, dan sumpah serapah dari keluarga Eno yang hadir di ruang sidang.

Terdakwa Rahmat terlihat terus menunduk selama berjalan menuju mobil tahanan yang menunggunya.

Massa yang berada di luar pagar PN Tangerang, kemudian mulai mendekati mobil tahanan. Terjadi aksi dorong antara massa dan polisi. Polisi berusaha membentuk pagar betis.

Tiba-tiba, dari arah massa datang lemparan batu kerikil. Aksi lemparan itu menyulut massa lainnya, untuk ikut melemparkan batu ke arah mobil tahanan terdakwa Rahmat.

Polisi bertahan dan kemudian maju mengejar massa sambil membawa tongkat. Seorang demonstran ditangkap polisi karena diduga sebagai provokator.

Tidak ada yang terluka dalam kejadian ini. Hingga pukul 12.30 WIB, massa masih bertahan di depan PN Tangerang.

Majelis hakim Pengadilan Tangerang telah menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada terdakwa pembunuh Eno.

“Menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan, menjatuhkan pidana 10 tahun,” ujar Ketua Majelis Hakim HA Suharni.

Suharni menyatakan hal yang memberatkan pertama, perbuatan yang dilakukan sadis. Kedua, mengakibatkan keluarga korban syok. Ketiga anak tidak mengakui perbuatannya. Keempat anak berbelit-belit dalam kesaksiannya. Kelima tidak ada penyesalan.

Tidak ada hal yang meringankan dalam hukuman pada Rahmat. Rahmat sebelumnya dituntut 10 tahun penjara. Dia diduga ikut terlibat bersama tersangka pembunuh lainnya. Eno dibunuh dengan sadis yakni dengan gagang cangkul ditemukan di alat vital dalam kemaluan, hingga kena paru-paru organ tubuhnya.

Tangerang, 17 juni 2016
Penulis: Agus Yanto

Facebook Comments