Ulama Lebak Minta Rilis Mubaligh Kemenag Tak Perlu Dilanjutkan

0

Ulama Kabupaten Lebak menyarankan Kementrian Agama (Kemenag) agar tidak melanjutkan rilis mubaligh tahap II. Hal tersebut dinilai akan menimbulkan stigmatisasi dan pengkotakan Mubaligh.

“Saran saya tidak usah dilanjutkan tuh rilis yang kedua nanti ujungnya merasa dan mencuriga,” kata Akhmad Khudori, Selasa (22/5).

Wakil ketua umum MUI Lebak ini menjelaskan, maksud dari merasa dan mencuriga yakni mubaligh yang masuk kedalam rilis akan merasa diakui sedangkan yang tidak masuk merasa tidak diakui kiprahnya sehingga akan ada tudingan saling mencurigai.

“Ya mungkin maksud menteri agama baik untuk bahan referensi ketika butuh mubaligh, karena sudah kadung keluar rilisnya ya tinggal segera diperbaiki saja siapa mubaligh yang belum masuk daftar, itu pun kalau tidak akan menimbulkan polemik baru,”kata pria yang akrab disebut Udong ini.

Dilansir Tirto.id Kementerian Agama (Kemenag) merilis 200 daftar nama mubalig penceramah Islam di Indonesia, pada Jumat (18/5).

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, perilisan daftar nama mubalig tersebut dilakukan, lantaran pihaknya sering menerima banyak pertanyaan dari masyarakat, terkait nama mubalig yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka.

“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubalig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig,” terang Menag di Jakarta, Jumat (18/5), seperti yang dirilis oleh Kemenag. (mam/yes)

Facebook Comments
torabika