TRADISI PERNIKAHAN MANUSIA DENGAN HANTU

3
TRADISI PERNIKAHAN MANUSIA DENGAN HANTU

PaparazyNews.NETSebuah tradisi di Cina menikahkan orang yang telah mati yang disebut juga tradisi “Pernikahan Hantu” ( 冥婚 / mínghūn yang artinya secara harfiah adalah Perkawinan Roh). Alasan tradisi ini dilaksanakan biasanya untuk mengurangi angka wanita yang belum menikah, melanjutkan garis keturunan keluarga atau untuk menghindari adik menikah duluan daripada sang kakak.

Menurut tradisi setempat orang yang sudah mati dan belum pernah menikah ataupun bertunangan merupakan hal memalukan bagi keluarganya. Selain itu ini juga karena faktor keturunan dari orang yang meninggal karena seseorang yang belum memiliki tunangan ataupun menikah akan menjadi arwah penasaran dan tidak tenang.

Ada juga pernikahan yang sering dibentuk oleh permintaan almarhum, yang, telah menemukan sendiri pasangannya di akhirat dan meminta dinikahkan yang biasanya muncul melalui mimpi atau pemanggilan arwah.

Menurut para keluarga, ini terjadi karena menganggap arwah penasaran sang anak, seolah-olah menyalahkan pihak keluarga karena tak mencarikan jodoh sebelum kematiannya. Jadi, untuk ‘membebaskan’ rasa penasaran arwah tersebut, maka pihak keluarga harus mencarikan arwah wanita untuk dinikahkan.

Oleh karena itu, maka hal ini menjadi tugas penting bagi orang tua untuk menikahkan anak-anak mereka terutama bagi anak perempuan mereka. Karena seorang wanita yang meninggal sebelum menikah dan tidak memiliki keturunan, tidak akan ada orang yang menyembah dirinya atau mengurusnya sebagai bagian dari garis keturunan keluarga.

Ritual upacara pernikahan hantu
Pernikahan pun digelar layaknya pernikahan manusia pada umumnya. Namun, karena satu atau kedua belah pihak sudah meninggal, maka biasanya mereka diwakili oleh patung atau boneka yang terbuat dari kertas, bambu, atau kain.

Pernikahan yang memakai kertas yang dibentuk dari bambu biasanya pada kedua sisi mereka masing-masing akan berdiri pelayan yang terbuat dari kertas juga dan ruangan yang berisi banyak patung kertas lainnya dari produk yang akan mereka gunakan di rumah mereka, seperti meja rias (lengkap dengan cermin), meja dan enam kursi, uang yang aman, lemari es, dan batang pakaian kertas dan kain. Setelah upacara pernikahan selesai, maka semua barang-barang kertas yang dibakar untuk dikirim ke dunia roh untuk digunakan oleh pasangan.

Sebagian besar upacara pernikahan dan upacara dilakukan sesuai dengan adat Cina. Bahkan, pengantin wanita yang berupa boneka itu juga memakai gaun pengantin dan didandani layaknya seperti pengantin wanita nyata yang biasa digunakan dalam upacara pernikahan, seperti celana, rok putih, gaun merah, dengan gaun luar renda.
Selain itu, juga dihiasi dengan perhiasan, serupa dengan mode seorang pengantin, cuma tidak dibuat dari emas asli. Jika pengantin pria yang hidup menikah dengan seorang pengantin hantu, maka ia akan memakai sarung tangan hitam, bukan putih khas.

Pengantin wanita juga selalu diperlakukan seolah-olah dia masih hidup dan ikut berpartisipasi dalam proses pernikahan yang dimulai dari diundang masuk dan keluar dari taksi, kedatangan pengantin wanita yang diberitahu ketika tiba di rumah mempelai pria sampai acara pesta makan di pernikahan. Demikian pula, setelah perayaan pernikahan, boneka itu dibakar.
Ada juga Pernikahan yang menggunakan mayat yang sebenarnya dimulai saat kedua keluarga mempertemukan mayat para mempelai. Masing-masing keluarga menggali kuburan anak-anaknya dan membawa mereka menuju tempat pembakaran.

Kemudian, para tamu undangan akan memberikan semacam angpao untuk keluarga mempelai wanita. Sedangkan keluarga pria, memberikan beberapa hadiah kepada keluarga mempelai wanita.

Yang membedakan, pengantinnya hanyalah jasad mempelai wanita yang nantinya akan dikubur bersama jasad mempelai pria. Upacara pernikahan pun diadakan bersamaan dengan upacara pemakaman kedua mempelai.

Ada juga Pernikahan yang menggunakan mayat yang sebenarnya dimulai saat kedua keluarga mempertemukan mayat para mempelai. Masing-masing keluarga menggali kuburan anak-anaknya dan membawa mereka menuju tempat pembakaran.

Kemudian, para tamu undangan memberikan semacam angpao untuk keluarga mempelai wanita. Sedangkan keluarga pria, memberikan beberapa hadiah kepada keluarga mempelai wanita.

Yang membedakan, pengantinnya hanyalah jasad mempelai wanita yang nantinya akan dikubur bersama jasad mempelai pria. Upacara pernikahan diadakan bersamaan dengan upacara pemakaman kedua mempelai.

Ada juga Pernikahan yang menggunakan mayat yang sebenarnya dimulai saat kedua keluarga mempertemukan mayat para mempelai. Masing-masing keluarga menggali kuburan anak-anaknya dan membawa mereka menuju tempat pembakaran.

Kemudian, para tamu undangan akan memberikan semacam angpao untuk keluarga mempelai wanita. Sedangkan keluarga pria, memberikan beberapa hadiah kepada keluarga mempelai wanita.

Yang membedakan, pengantinnya hanyalah jasad mempelai wanita yang nantinya akan dikubur bersama jasad mempelai pria. Upacara pernikahan pun diadakan bersamaan dengan upacara pemakaman kedua mempelai.

Editor : Widhi.W.Karni

Facebook Comments