Tersangka Peragakan 21 Adegan Sadis Saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga

tersangka saaat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga

Jajaran Polresta Tangerang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan satu sekeluarga di Perum Graha Sienna 1 Blok M No 20/21 RT 02/06 Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Kamis (19/10).

LNH (36) yang tak lain adalah suami dan ayah korban, tega membunuh istrinya, Ana (37) dan dua anaknya, Syifa Syakila (9) serta Carisa Humaira (3), tragedi berdarah itu berlangsung di kediaman tersangka, pada Jumat (13/10/2017) pekan lalu.

Proses rekontruksi kasus pembunuhan sekeluarga tersebut, mendapatkan pengawalan ketat dari jajaran Polresta Tangerang, dan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan menjelaskan, dalam rekontruksi itu, ada sebanyak 21 adegan, saat pelaku secara sadis menghabisi nyawa Ana (37), Syifa Syakila (9), dan Carisa Humaira (3).

“Pada adegan 3 sampai 19, tersangka melakukan aksinya itu. Di situ dia (LNH) membunuh para korbannya,” ujar Wiwin kepada awak media di tempat kejadian perkara, Kamis (19/10).

Wiwin mengatakan, tersangka secara rinci menampilkan adegan demi adegan dalam reka ulang ini. Anggota polwan menjadi peran pengganti korban saat rekontruksi berlangsung.

“Pertama kali yang dibunuh itu anak bungsunya. Korban disekap di kamar hingga meninggal,” ujarnya.

Menurut Wiwin, pelaku secara bengis menghabisi istrinya di ruang tamu, dengan menghujani tusukan dengan menggunakan sebilah pisau oleh tersangka.

“Istrinya ditusuk sebanyak enam kali,” kata Wiwin.

Terakhir, kata Wiwin, LNH pun membunuh anak sulungnya di gudang. Putri pertamanya itu tewas di tangan ayah kandungnya sendiri dengan luka robek menggunakan senjata tajam.

“Motifnya masalah ekonomi. Dan pelaku tersinggung dengan perkataan istrinya,” ungkapnya.

Wiwin menyatakan, bahwa kejiwaan pelaku terbilang normal. Pihaknya sudah melakukan tes psikologis, namun tak ditemukan masalah dalam kejiwaan tersangka.

“Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Wiwin.(Kartono)

Facebook Comments
torabika