Tempat Hiburan Malam di Tangsel Buka Sampai Pagi ?

TANGSEL – Minimnya pengawasan instansi terkait membuat tempat hiburan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bebas beroperasi.

 

Padahal, Pemkot Tangsel sudah membuat aturan, setiap tempat hiburan diberikan waktu buka hingga pukul 01.00 dini hari. Tapi dalam praktiknya, banyak yang melanggar.

Kondisi ini membuat gerah Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel, Ustadz Abdul Rojak. Menurutnya, bebasnya tempat hiburan beroperasi membuktikan lemahnya pengawasan. Seharusnya, dinas/instansi terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pariwisata menegakkan Perda Kepariwisaan.

Diuraikan, dalam Perda No. 5 tahun 2012 tentang kepariwisataan disebutkan, jam operasional tempat hiburan hanya sampai pukul 01.00 Wib. Tapi, menurut Rojak, banyak laporan yang menyebutkan banyak pengusaha tempat hiburan yang melanggar. “Saya minta agar pengusaha yang melanggar seperti ini diambil tindakan tegas. Bila perlu, jika sudah berkali-kali melanggar, ditutup saja,” tegas pejabat di Departemen Agama Tangsel ini.

Penegasan yang disampaikan oleh Rojak ini bukan sekali saja dilakukan. “Saya sudah berkali-kali meminta agar tempat hiburan yang bandel ditindak. Kenapa mereka masih saja melanggar, ya karena tidak tidak pernah diambil ketegasan sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi pelanggar,” urainya. Untuk itu, ia minta agar para pengusaha tempat hiburan mematuhi peraturan yang ada. Sebab, salah satu syarat dulu mereka membuka tempat hiburan yakni sanggup menaati perda.

Di sisi lain, pihaknya juga minta agar tempat hiburan intens untuk dirazia untuk menekan peredaran narkoba, minuman keras dan prostitusi. Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk menghilangkan peredaran narkoba dari Tangsel. “Apalagi, selama ini kita ketahui, Badan Narkotika Nasional (BNN) Tangsel juga sering mendapati narkoba dalam razia di tempat hiburan. Untuk itu, pengawasan harus lebih diintensifkan,” jelasnya.

Di sisi lain, langkah ini juga mendukung Walikota Airin Rachmi Diany yang menargetkan Tangsel bebas dan bersih dari narkoba tahun 2020 mendatang. Untuk itu, dibutuhkan kepedulian berbagai elemen masyarakat untuk mendukungnya agar target tersebut dapat tercapai.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Tangsel Chaerul Saleh menegaskan, pihaknya akan menutup tempat hiburan yang melanggar perda yang ada. Jika ada tempat hiburan yang dijadikan praktik prostitusi, peredaran minuman keras dan narkoba, maka sanksinya adalah penutupan.(Kartono)

Facebook Comments
torabika