Taman Baca Kini Hadir Didesa Pangarengan, Ini kata warga !

oleh
BBsNews.co.id – Ahmad bahri (40)  seorang seorang pedagang barang-barang bekas (rongsokan) yang peduli dengan pendidikan didesa pangarengan membuat sebuah Taman baca untuk masyarakat Pangarengan secara gratis. Berawal dari keprihatinan dengan teknologi yang semakin maju serta berkurangnya  minat baca bagi generasi anak – anak jaman sekarang serta dibantu animo masyarakat desa pangerengan akhirnya taman baca ini selesai dibuat.
Taman baca yang dibuat oleh Ahmad bahri adalah taman baca yang memadukan konsep yang sederhana dalam bentuk taman baca masyarakat, sehingga memiliki keunikan tersendiri, serta menyediakan  mainan edukatif (mendidik) serta mainan tradisional.
Taman Baca masyarakat TBM dan  ini juga dibuat untuk menarik pembaca atau peminat mulai dari kalangan anak – anak agar bisa belajar membaca sambil bermain, tempat untuk orang tua dari batu yang sudah ditata untuk pijat telapak kaki sebagai pijat refleksi  dan bagi  remaja setelah membaca juga ada tempat untuk berfoto selfie dengan latar belakang foto yang menarik dari pemandangan persawahan dan dipagar bambu dan taman kecil, hal ini sangat baik apalagi melihat keadaan di kabupaten Tangerang masih sangat sedikit Taman baca masyarakat lanjut Ahmad.
Ahmad menyampaikan, “tujuan membuat taman baca adalah sebagai sarana komunikasi dan bersosialisasi memfasilitasi kebutuhan masyarakat umum dalam mendapatkan informasi pengetahuan murah dan mudah, mendorong minat baca masyarsakat, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca sebagai jendela dunia.”
Di tempat yang bersamaan surfatmah ( 48 ) warga desa Pangerang sebagai orang tua saya sangat bersyukur dengan adanya taman baca masyarakat di desa Pangarengan ujarnya.
” Saya sangat berharap dengan adanya taman baca bisa meningkat kualitas anak dalam sekolah dan bisa bertahan dan terus maju jangan samapai terhalang dengan halaman hal lain ini sangat baik buat anak anak dalam meningkatkan kemajuan anak anak kita khususnya warga dan masyarakat Pangarengan. ” Harapnya.(ladien)