Takut Dibedil, Bandit Curanmor Menyerahkan Diri

Ilustrasi (net)

SERANG – Nedi (35) bandit spesialis pencurian motor (curanmor) terkencing-kencing ketika timah panas menjebol atap rumahnya. Bandit yang bersembunyi diatap rumah ini akhirnya turun lalu menyerahkan diri kepada Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polres Serang yang mengepung rumahnya di Kampung Cicadas, Desa Parung Kokosan, Kecamatan Pandeglang, pada Senin (6/11) dinihari.

“Sekitar 6 tahun, tersangka memang sudah menjadi buruan kami karena telah melakukan serangkian pencurian motor,” ungkap Kepala Satuan Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung, Selasa (7/11).

Terkuaknya identitas tersangka ini, lanjut Gogo, hasil dari pengakuan Tuho alias Bohel (31) teman sekampung sesama pencuri motor yang ditangkap sebelumnya. Bohel sendiri sudah menjalani hukuman selama 10 bulan di Rutan Serang.

“Bersama Bohel, tersangka Nedi melakukan pencurian motor Yamaha Mio A 3916 FJ milik Iwan Suhandi (31) warga Desa Harundang, Kecamatan Cikeusal, yang di parkir di halaman toko buah-buahan dekat PT Nikomas Gemilang, Kecamatan Kibin,” ungkap Kasat didampingi Kanit Tekab Iptu Shilton.

Menghindari kejaran polisi, kata Kasat, tersangka Nedi langsung kabur ke Bangka Belitung begitu mendengar Bohel, rekannya ditangkap petugas. Untuk menghidupi kesehariannya, tersangka Nedi bekerja sebagai buruh pada pertambangan timah. Setelah enam tahun dalam persembunyian, Nedi akhirnya pulang ke kampung halamannya dengan pikiran tidak ada lagi yang mengejarnya.

“Dia pulang ke kampungnya karena mengira kita tidak lagi mencari,” kata Kasat.

Begitu mendengar tersangka sudah kembali ke kampung halamannya, Tim Tekab segera bergerak melakukan penangkapan. Rupa-rupanya, kedatangan petugas sempat diketahui sehingga tersangka berusaha untuk bersembunyi di atap rumahnya. Karena ada jejak yang mencurigakan, petugas kemudian memberikan peringatan.

“Begitu ada tembakan, ada suara gaduh di atas loteng. Tersangka yang bersembunyi ternyata ketakutan dan langsung menyerahkan diri,” tandasnya. (CON/TBI)

Facebook Comments
torabika