Tak Suka Dangdut Tapi ‘Lagi Syantik’ Teringat Terus, Kok Bisa?

Seiring viralnya ‘Lagi Syantik’, lagu itu diputar di banyak tempat. Semakin tak mau mendengarnya tapi malah terus teringat. Kok bisa ya?

Kejadian itu disebut dengan earworm. Biasanya, nada dan lirik yang tidak disukai justru lebih mudah diingat.

Apalagi ‘Lagi Syantik’ punya lirik yang sederhana dan dekat dengan kata-kata yang sering diucapkan sehari-hari. Musik dangdut dengan sentuhan elektroniknya yang ringan membuat lagu itu semakin mudah nempel di kepala.

Tidak hanya itu, beberapa orang malah sering secara tidak sadar terus menyanyikan lagu milik Siti Badriah itu.

Seperti yang dilansir oleh detik.com pada Selasa (26/06/18) Menurut Kelly Jakusbowski, seorang peneliti musik dari Universitas Durham di Inggris seperti yang dilansir dari Time, earworm bisa terjadi karena seseorang mendengarkan lagu dengan nada-nada yang familiar.

“Lagu-lagu earworm cenderung lebih cepat dalam tempo, atau lebih upbeat, dan memanfaatkan kontur melodi yang lebih mudah diprediksi,” ujarnya.

Selain itu, menurut Kelly, lirik yang disajikan biasanya juga dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut makin membuat earworm begitu jelas.

“Lagu itu juga sederhana dan bisa diingat secara spontan. Tapi juga harus punya sesuatu yang unik sehingga bisa membuat otak mau mengulangnya terus-menerus,” papar Kelly.

Kalau kamu, seberapa sering mengingat ‘Lagi Syantik’ dan tak sadar menyanyikannya?
(mam/yes)

Facebook Comments
torabika