Surya Paloh Angkat Bicara Tentang Fahri Hamzah memberlakukan Formulir Standar untuk KPU

Surya Paloh Angkat Bicara Tentang Fahri Hamzah memberlakukan Formulir Standar untuk KPU


PaparazyNews.NET – Pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tentang formulir dukungan Ahok harus diganti, di tentang masyarakat. Menurut Komentar Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh bicara dengan sinis.

” Kalo nggak suka sama Ahok, ngomong aja terang – terangan,” katanya di Kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia Jakarta.

Diketahui, Fahri Hamszah meminta agar KPU membuat formulir standar untuk dukungan terhadap calon dari jalur independen yang ingin maju Pilkada. Alasannya agar memudahkan proses verifikasi.

Surya Paloh menanggapi Hal itu, ” Kita tanya, itu sesuai nggak dengan akal sehat kita? Akal sehat memang harus terjaga secara baik, nggak boleh dipermainkan semata – mata,” ungkap ketua umum Partai Nasdem, Selasa (07/06) usai acara buka bersama di DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Bagi Surya Paloh, usulan Fahri Hamzah tidak masuk akal sebab UU Pilkada sendiri sudah disahkan. Usulan Fahri itu bisa membuat Teman Ahok harus kembali bekerja mengumpulkan dukungan. Sebab saat ini Teman Ahok sudah berhasil mengumpulkan satu juta KTP dengan formulir surat dukungan yang dibuat sendiri.

” Kita tahu ada time framenya, waktunya, tempatnya. Orang sudah mau bertanding, mau Jalan, UU sudah disahkan, kamu bilang tambah ini, tambah itu,” kata Paloh panggilan akrabnya.

Ia pun menilai Fahri Hamzah hanya mencari – cari alasan semata dengan memberikan usulan seperti itu. Paloh juga melihat politisi yang sudah dipecat PKS tersebut tidak suka dengan Ahok, sebab usulannya dapat menihilkan kerja keras ‘Teman Ahok’. Partai NasDem sendiri merupakan salah satu partai pendukung Ahok, selain ada Partai Hanura yang mengikuti pencalonan dirinya, meski melalui jalur independen.

” Kamu (Fahri-red) bilang aja kau nggak suka sama orang ini (Ahok-red), nggak mau, jadi biar mampus saja dia (Ahok-red). Itu lebih fair, jangan kita cari dalih lah. Mencari alasan. Semakin capek kita,” tukas Paloh.

Sebelumnya diberitakan, Fahri Hamzah mengatakan formulir standar diperlukan untuk menyeragamkan syarat dukungan bagi calon – calon Independen. Dengan begitu, setiap dukungan memiliki format yang sama.

“Jangan orang bikin formulir dengan bentuk yang dibuat sendiri, itu nanti tidak masuk ke dalam sistem. Formulir standar, ada alatnya dan seterusnya,” tutur Fahri Hamzah, Selasa (07/06) saat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Formulir dengan bentuk yang dibuat sendiri merujuk pada apa yang dilakukan ‘Teman Ahok’ yang sudah menyiapkan formulir sendiri untuk program satu juta KTP. Jika formulir standar ini benar diberlakukan, ‘Teman Ahok’ harus kembali mengulang kerjanya.

Jakarta, 08 Juni 2016
Penulis: Yudi Morrison