Soal Proyek Pamsimas Dan Jalan Di Bojong Cae, LSM BENTAR Akan Sampaikan LI ke Kajari

0
Ketua Umum Bentar, Ahmad Yani dan Arif Hidayat, Bidang Investigasi

Guna mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, LSM Benteng Aliansi Rakyat (BENTAR) kembali akan melayangkan Laporan Informasi (LI) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak.

Laporan Informasi yang akan mereka sampaikan ke Kejari Lebak itu, menindaklanjuti soal adanya dugaan ketidak beresan dalam pelaksanaan proyek pembangunan dan keberlanjutan (Pemeliharaan) program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2017 yang anggarannya berasal dari bantuan Bank Dunia dan pekerjaan fisik hotmik jalan di Desa Bojong Cae Kecamatan Cibadak.

Arif Hidayat, Bidang Investigasi LSM Bentar mengatakan, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola ditingkat masyarakat yang rendah, pengawasan dan pendampingan yang dilakukan fasilitator baik fasilitator pemberdayaan mau pun teknik yang dinilai pihaknya itu kurang eFektif, maka potensi terjadinya kerugian keuangan negara patut diduga akan terjadi.

Seperti halnya di Desa Asem Margaluyu, dari sembilan titik bak penampung air Pamsimas itu, hanya enam titik yang dipelihara (diperbaiki) dari anggaran biaya keberlanjutan Pamsimas. Belum lagi program pembangunan Pamsimas di Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalang Anyar.

Dari pekerjaan fisik yang menghabiskan Rp349,700.000 itu diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya dan speck teknis.

“Hasil investigasi kami dilapangan potensi kerugian keuangan negara itu terjadi. Jadi untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana korupsi, kami akan menyampaikan LI ke Kejari Lebak,” kata Arif Hidayat,

Arif meminta, aparat penegak hukum di Lebak tidak tinggal diam terlebih lagi menutup mata. Sebab, anggaran yang berasal dari bantuan Bank Dunia yang dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk pembangunan dan keberlanjutan program Pamsimas tahun 2017 di Kabupaten Lebak itu tidak sedikit, nilainya mencapai miliaran rupiah.

“Ya, kami meminta aparat penegak hukum di Lebak baik Kepolisian mau pun Kejari segera bertindak melakukan pencegahan, walau pada prinsipnya dugaan tersebut sudah terjadi karena dengan bergantinya tahun maka program itu dinyatakan sudah selesai dikerjakan,” pungkas Arif.

Ketua Umum LSM Bentar Ahmad Yani, menegaskan, selain proyek pembangunan dan keberlanjutan Pamsimas tahun 2017 bidang Keciptakaryaan yang anggarannya berasal dari bantuan Bank Dunia yang diduga bermasalah dan berpotensi pada kerugian keuangan negara, paket proyek pembangunan jalan hotmik di Desa Bojong Cae bidang pembangunan jalan dan jembatan pada Kantor Dinas PUPR Kabupaten Lebak juga diduga bermasalah.

Pada pembangunan jalan berupa hotmik di Desa Bojong Cae, Kecamatan Cibadak, kata Yani, pihaknya menemukan sejumlah aitem pekerjaan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya diduga tidak dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender.

Persoalan tersebut menurut Yani, pihak perusahaan pemenang tender tidak saja telah mengingkari perjanjian kontrak kerja yang telah disepakati, akan tetapi patut diduga dengan sengaja berupaya untuk mencari keuntungan lebih besar dari yang seharusnya.

Lagi-lagi Yani menjelaskan, persoalan itu terjadi karena diduga lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan Dinas PUPR selaku penanggungjawab program dan anggaran biaya.

“Ada sejumlah aitem pekerjaan pada proyek jalan itu, tidak dikerjakan, seperti jembatan plat deker, gorong-gorong dan tembok penahan tanah yang kami duga kurang volume selain ketebalan hotmik pada jalan. Dalam waktu dekat ini kami akan menyampaikan Laporan Informasi soal dua kegiatan itu ke aparat penegak hukum di Lebak,” tegas Yani.

Sampai berita ini dilansir, wartawan belum bisa melakukan konfirmasi untuk memintai tanggapan baik itu dari Bidang Keciptakaryaan soal Pamsimas, maupun Bidang Pembangunan jalan dan Jembatan pada Kantor Dinas PUPR Kabupaten Lebak.

Diberitakan sebelumnya, belasan masa yang tergabung dalam LSM Bentar melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas PUPR Lebak dan Bidang Keciptakaryaan.

Facebook Comments
torabika