Sidang Tertutup Kasus Pembunuhan Eno ‘Cangkul’ berdampak Ricuh

1
Sidang Tertutup Kasus Pembunuhan Eno 'Cangkul' berdampak Ricuh


PaparazyNews.NET – Kasus Pembunuhan yang menimpa seorang Gadis belia bernama Eno Parihah (18), salah satu buruh PT. Pelita Global Mandiri di kawasan pergudangan 8 Dadap Kec.Kosambi, Kab.Tangerang Banten, beberapa bulan lalu, akhirnya disidangkan juga oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang.

Sidang akan rencananya, dimulai pagi hari menjelang siang ini sudah dijaga aparat Kepolisian yang mengawal proses persidangan terdakwa RAL (16), karena diketahui sesuai dengan Prosedur tetap (Protap).

Dengan agenda mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut, terhadap terdakwa RAL (16) yang duduk dibangku kelas 2 (dua) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah Kosambi Kab.Tangerang, Banten.

Sidang yang dilaksanakan tertutup, karena terdakwa masih dibawah umur di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (07/06), saat barang bukti (BB) pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korban Eno Parihah (18), berupa Cangkul dibawa ke dalam Meja persidangan dengan terdakwa RAL (16).

Pada saat BB dikeluarkan, Ibunda korban, Mahpudoh, tak tahan menahan tangis, saat melihat cangkul tersebut, hingga memutuskan untuk keluar dari ruang sidang.

” Ibu tidak kuat, saat liat cangkul dibawa masuk dan ditujukan kepada Hakim. Jadi beliau dari ruang sidang, cuma bapak yang ada di dalam ruangan sidang,” kata Kades Pegandikan, Mafruhah, Kec.Lebak Wangi, Kab.Serang, Banten, yang hadir mendampingi keluarga korban.

Seluruh keluarga korban datang dari Serang, Banten, lanjut Mafruhah, untuk menyaksikan jalannya persidangan yang digelar perdana. Dan Kedua orangtua korban juga dimintai keterangannya sebagai saksi.

Dari Pihak keluarga, kata mafruhah berharap, agar ketiga pelaku dihukum mati atas perbuatan mereka yang menghilangkan nyawa Eno yang merupakan anak ke 4 (empat) dari 7 (tujuh) bersaudara ini

“Keluarga ingin pelaku dihukum mati, karena perbuatannya sangat kejam dan tidak berprikemanusiaan,” katanya mafruhah saat dimintai keterangan awak media.

Sidang yang awalnya berjalan lancar dan tertib diruang persidangan. Saat terdakwa RAL (16), dibawa petugas polisi keluar dari ruang persidangan menuju Mobil Tahanan akhirnya berdampak ricuh. Pasalnya, pihak dari Keluarga korban yang hadir ingin melihat wajah terdakwa yang tega dan sadis membunuh dan memperkosa Eno Parihah (18).

Petugas Polisi yang mengawal terdakwa RAL (16) yang berjumlah 10 (sepuluh) orang membawa menuju kendaraan tahanan, saat dalam perjalanan terdakwa RAL (16), memang diterpa hujatan serta cacimaki dari pihak keluarga korban Eno, yang berdemo di luar pagar halaman Pengadilan Negeri Tangerang.

Saat Pantauan, Pihak keluarga Korban yang menginginkan terdakwa RAL (16) dihukum mati, akibat perbuatannya terhadap Eno Parihah (18). Keluarga Korban yang berusaha memukul maupun mencederai terdakwa RAL (16), dapat direlai serta di hambat Petugas Polisi yang bergegas memasuki Mobil tahanan.

Sidang kedua, yang rencanakan dijadwalkan esok hari, Rabu (08/06) pagi dalam agenda masih mendengarkan Saksi – Saksi, serta keterangan dari Pihak Kepolisian.

Tangerang, 07 Juni 2016
Penulis: Agus Yanto

Facebook Comments