Setelah Embargo Minyak AS, Raja Arab Tewas Dibunuh

Raja ibn Abdul Aziz Al Saud adalah Raja Saudi yang menjadi pelopor embargo minyak yang dilakukan negara negara Arab terhadap Amerika Serikat pada bulan November 1973. Embargo ini dilakukan sebagai dukungan terhadap serangan yang dilakukan Mesir dan Syiria terhadap Israel.

ia adalah satu – satunya orang di Tanah Gurun yang berani menentang AS dan Inggris.

Raja Aziz adalah orang yang sangat pro palestina dan mendukung mati-matian palestina sebagai negara yang berdaulat dan sangat mengecam negara Israel yang kala itu baru akan di resmikan.

dikutip dari Kompasiana.com yang ditulis ileh suryani, dalam suatu perjanjian dengan AS ia berjanji akan memberikan stok minyak khusus untuk AS dan sebagai gantinya AS Tidak boleh Mengakui Israel sebagai Negara, namun janji palsu itu membuat raja kecewa lantaran AS justru membela israel dengan mengirimkan 566 pesawat tempur, 22 000 ton bahan peledak hal inilah yang memicu embargo minyak oleh raja Arab.

Dilansir dari Kantor berita Tirto.id AS tiba-tiba mengumumkan ancaman penyerbuan ke Mesir jika serangan itu benar-benar diwujudkan. Mesir takut, dan sang Presiden Gamal Abdul Naser terpaksa menarik pasukannya. Raja itu marah besar. Ia tak memedulikan segala intimidasi dan menyerukan perang ekonomi dengan AS, yakni dengan cara mengembargo ekspor minyak Arab Saudi ke AS. Sikap tegas ini tak ditanggapi dengan semarak oleh negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (N.A.T.O) yang mendukung AS. Mereka khawatir kena embargo juga. Dampak dari embargo itu tak main-main. Sektor industri dan transportasi AS lumpuh dan perekonomiannya kacau hingga memicu krisis berkepanjangan.

2 tahun setelahnya pada maret 1975 Raja itu  dibunuh oleh keponakannya sendiri faisal bin mus’ad, hal ini yang lantas memicu kejanggalan kematiannya yang hanya berlangsung beberapa tahun semenjak kebijakan Embargo minyak.(Andreas)

Facebook Comments
torabika