SEKJEN MUHAMMADIYAH: ISLAM MODERAT KURANG RADIKAL DALAM BERSUARA

0

Dalam momentum konferensi International Association of Religion Journalists (IARJ) di Jakarta (28/10/2017), beberapa panelis mengkhawatirkan nasib kebhinekaan di Indonesia yang mulai pudar. Padahal selama ini Indonesia dipandang oleh semua bangsa sebagai percontohan negara mayoritas muslim modern yang fokus pada pengembangan SDM dan kemajuan teknologi demi masa depan.

Kini dengan makin meningkatnya kekuatan para radikalis, baik secara eksternal maupun dalam internal yang turut mengancam Indonesia, maka para pemimpin kelompok sosio-agama moderat, seperti Muhammadiyah, yang memiliki 30 juta anggota, memanggil muslim moderat yang selama ini menjadi corong kemajuan di Indonesia untuk bangun dari tidurnya.

“Muslim moderat terlalu pendiam. Kita harus menjadi moderat radikal,” jelas Abdul Mu’ti, sekretaris jenderal Muhammadiyah, dalam panel konferensi. “Muslim moderat telah lama tidur. Kita selama ini diam saja (membiarkan radikalisme). Kita rupanya sudah malas jadi toleran.” Tambahnya mengibaratkan sikap kaum muslim saat ini.

Jika masyarakat tidak bersikap, ditakutkan negara ini tidak hanya jatuh dalam kubangan konflik, namun juga mengorbankan segala kemajuan pembangunan dan rintisan teknologi yang telah membuat kagum dunia. Karena saat Timur Tengah telah hancur karena konflik, hanya tersisa di Indonesia kaum muslim yang masih berpikiran maju.***Ca (Vancouver Sun)

 

Facebook Comments
torabika