Sejarah PRJ Dari 1968 menjadi Jakarta Fair Kemayoran Hingga Kini

2
Sejarah PRJ Dari 1968 menjadi Jakarta Fair Kemayoran Hingga Kini


PaparazyNews.NET – Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau yang saat ini berubah nama menjadi Jakarta Fair, adalah pameran tahunan terbesar di Indonesia.

Pameran ini berlangsung selama 1 (satu) bulan penuh, mulai dari pertengahan Juni sampai pertengahan Juli untuk memperingati hari jadi kota Jakarta. PRJ pertama diadakan pada tahun 1968 sampai saat ini setiap tahun penyelenggaraannya tidak pernah terputus.

PRJ digelar pertama kali, dibuka oleh Presiden ke-2, Soeharto dengan melepas merpati pos pada tanggal 5 Juni 1986. PRJ pertama ini dinamakan “DF” yang merupakan singkatan dari “Djakarta Fair”. Kemudian berubah menjadi “Jakarta Fair”, namun lebih popular dengan sebutan “Pekan Raya Jakarta”.

Ide pelaksanaan Jakarta Fair diketahui menurut sejarah, muncul pertama kali oleh Syamsudin Mangan yang lebih dikenal dengan nama Haji Mangan yang saat itu menjabat sebagai Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri).

Haji Mangan sendiri saat itu pada Tahun 1967 mengajukan usul kepada Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Ali Sadikin, suatu ajang pameran besar untuk meningkatkan pemasaran produksi dalam negeri yang saat itu sedang bangkit pasca G30S/1965.

Gagasan ini kemudian disambut baik oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, karena Pemerintah DKI juga ingin membuat suatu pameran besar yang terpusat dan berlangsung dalam waktu yang lama sebagai gabungan dari berbagai pasar malam yang ada di Jakarta.

Haji Mangan saat itu, terinspirasi dari berbagai event pameran internasional yang sering diikutinya sebagai seorang konglomerat di bidang tekstil di kala itu, serta terinspirasi dari Pasar Malam Gambir yang ramai dikunjungi.

Ide ini disambut baik Pemerintah DKI dengan membuat gebrakan, yaitu langsung membentuk panitia sementara yang dipercayakan kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kemudian mengeluarkan Perda no. 8 tahun 1968 yang menetapkan, bahwa PRJ akan menjadi agenda tetap tahunan dan diselenggarakan menjelang Hari Ulang Tahun Jakarta yang dirayakan setiap tanggal 22 Juni.

Sebuah yayasan yang diberikan nama “Yayasan Penyelenggara Pameran dan Pekan Raya Jakarta” juga dibentuk sebagai badan pengelola PRJ. Sesuai Perda No. 8/1968 tersebut, tugas yayasan ini bukan hanya menyelenggarakan PRJ tetapi juga sebagai penyelenggara Arena promosi dan Hiburan Jakarta (APHJ) yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun.

PRJ Tahun 1968 atau DF 68 berlangsung lancar dan sukses. Pameran ini mampu menyedot pengunjung tidak kurang dari 1,4 juta orang. Acara yang digelar pun cukup menarik dan mampu memecahkan rekor penyelenggaran PRJ terlama karena memakan waktu penyelenggaraan 71 hari.

Penyelenggaraan PRJ atau Jakarta Fair dari tahun ke tahun mulai mengalami perkembangan pengunjung dan pesertanya bertambah dan bertambah. Dari yang awalnya sekadar pasar malam, berganti menjadi ajang pameran modern yang menampilkan berbagai produk.

Area yang dipakai juga bertambah. Dari hanya 7 (tujuh) hektare, di Kawasan Monas kini semenjak tahun 1992 dipindah ke Kawasan Kemayoran Jakarta Pusat yang menempati area seluas 44 hektare.

Di tahun ini, Jakarta Fair kembali diadakan di tempat yang sama, pada tanggal 10 Juni – 17 Juli 2016. Ayo ajak keluarga dan sahabat untuk mengunjungi Jakarta Fair Kemayoran 2016 yang dikelola Pemprov DKI Jakarta.

Jakarta, 09 Juni 2016
Penulis: Yudi Morrison

Facebook Comments