Santri Taman Tuna Netra Produksi Al-Quran Braille

Sungguh istimewa, sebuah Yayasan Raudlatul Makfufin, atau Taman Tuna Netra yang berada di Jalan Haji Jamat, Gang Masjid, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan (tangsel, para santrinya yang berjumlah 15 orang sudah mampu memproduksi Al-Quran braille sendiri.

Al-Quran braille yang diproduksi itu tidak hanya untuk penggunaan di yayasan saja, melainkan juga hingga memproduksi untuk seluruh penjuru Indonesia.

Rizal, bagian data entri pencetakan Al-Quran Braille di yayasan tersebut menyebutkan, bahwa pihak yayasan sudah memproduksi Al-Quran braille dan sudah tersebar ke seluruh Indonesia. “Cuma Papua saja belum,” kata Rizal.

Menurut Rizal, dalam sehari, ia beserta tim bisa mencetak dua set Al-Quran braille, yang berarti 60 buku, karena satu set Al-Quran braille terdiri dari 30 juz yang terpisah per juznya.

Yayasan Tuna Netra juga memiliki tiga varian A l-Quran braille, yakni Al-Quran dengan terjemahan Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Sedangkan satu sisanya tanpa terjemahan. Satu set Al-Quran braille terjemahan dihargai Rp 1.800.000, sedangkan yang tanpa terjemahan seharga Rp 1.100.000.

Saat ini, yayasan yang sudah berdiri sejak tahun 1983 tersebut sudah melebarkan jenis buku yang dicetaknya dalam sistem tata tulis braille, tidak hanya Al-Quran, tetapi juga buku-buku agama lainnya. “Yang paling baru, ringkasan hadis shahih Bukhari, itu kan penting ya,” kata Rizal.

Ia berharap ke depannya dapat memproduksi lebih banyak jenis buku dalam bentuk braille, agar dapat bermanfaat bagi penyandang tuna netra.(mam/yes)

Facebook Comments
torabika