Ratusan Karyawan PT Indoferro Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon.

oleh

[BbsNews.Co.Id] Ratusan karyawan PT Indoferro menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Selasa (1/8/2017). Mereka menolak adanya PHK massal yang dilakukan perusahaan pengolahan bijih nikel tersebut.

“Perusahaan jangan hanya bisa ngambil keuntungan, mereka setiap hari bekerja, tapi jangan tiba-tiba mem-PHK,” kata perwakilan buruh Rudi Sahrudin, saat melakukan audiensi di ruang rapat Wali Kota Cilegon.

Rudi mengatakan, dirinya tidak menampik, PT Indoferro berhenti produksi imbas dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 tahun 2017 tentang Diperbolehkannya Ekspor Bijih Mentah Nikel.

“Kalau memang pengusaha dirugikan dengan permen ESDM itu, mari kita sama-sama berjuang, jangan sampai gara-gara kebijakan pemerintah pusat akan berdampak pada daerah di Indonesia‎,”ujarnya.

AUDENSI: Karyawan PT Indoferro, wali kota cilegon dan para karyawan terlihat sedang beraudensi.

Sepri Konsultan Perusahaan PT Indopero mengungkapkan, Audensi ini merupan imbas dari adanya pengurangan karyawan. Para karyawan minta pihak PT Indoperro jangan di tutup dan apabila jadi di tutup total mereka minta uang  pesangon 2x PMTK. Sedangkan pihak perusahaan hanya bisa memberikan pesangon mengacu kepada aturan perundang-undangan yang berlaku

“Perusahaan mengambil keputusan PHK atas kebijakan pemerintah tentang Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 tahun 2017 yang tidak konsisten yang mengakibatkan terjadinya penutupan perusahaan smelter dibeberapa wilayah diindonesia,”tegasnya.

Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi, menyatakan pihak pemerintah menolak adanya PHK jika tidak sesuai prosedur. Ia meminta agar ditempuh jalur lain selain PHK.

“Saya tegas sampaikan bahwa pertama Pemkot Cilegon berkeberatan dan menolak PHK PT Indoferro, kedua saya minta ada jalan keluar lain untuk melakukan sebelum langkah terakhir yaitu PHK,”pungkasnya.(ade/harso)