Rapat Pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tingkat Kecamatan Tahun 2016

Rapat Pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tingkat Kecamatan Tahun 2016


PaparazyNews.NET – Program gerakan bersama rakyat atasi kawasan padat kumuh miskin (GEBRAK PAK KUMIS) yang sudah berjalan dari tahun 2012 hingga saat ini tahun 2016. Bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan juga kualitas hidup masyarakat kab.tangerang, khususnya berbasis kawasan.

Kegiatan Gebrak Pak Kumis gunanya agar rumah tempat tinggal masyarakat di Kab.Tangerang lebih sehat dan juga dalam hunian yang layak.

Dalam program ini
Pemerintah Kab.Tangerang yang Peduli atas peningkatan hidup masyarakat, dan demi terciptanya peningkatan kesehatan, penataan lingkungan yang baik dan rapi untuk kedepannya.

Dalam rapat kecamatan sepatan
M.C.Hamdani, SE,MM koordinator program gerakan bersama rakyat atasi kawasan padat kumuh miskin (GEBRAK PAK KUMIS) Kab.tangerang mengajak bersama-sama organisasi masyarakat UPK, BKM, dan Rw/Rt untuk membantu dalam mengumpulkan Pendataan bagi Pemukiman Kumuh serta Rumah yang tidak layak.

Bagi Pemkab sendiri, mengharapkan banyak pihak untuk berperan serta aktif membantu mengawasi untuk berjalannya program tersebut.

Persiapan kuota tahun 2016 ada seribu rumah yang akan direalisasikan disetiap kecamatan daerah kabupaten Tangerang.

” Dan itu pun harus melalui seleksi yang mendapatkan bantuan yang berbasiskan kawasan kumuh.” tegas Hamdani selaku koordinator program Gebrak Pak Kumis dari Bappeda Kab.Tangerang.

Program yang dijalankan Pemkab Tangerang sangat baik, bertujuan untuk menata pemukiman kawasan kumuh, dan miskin, dengan kepeduliannya memikirkan masyarakat di wilayah Kab.Tangerang sendiri agar bisa hidup layak huni. Dengan harapan adanya program ini bisa sukses dan membenahi hidup bagi keluarganya, serta selalu diberkahi dengan pola hidup sehat, nyaman, dan sejahtera.

Demi mendukung Roda Perekonomian serta Pembangunan yang ada Pemerintahan Daerah Provinsi, dan mensukseskan Program Pemerintah tentang pemberdayaan terhadap masyarakat di daerah tertinggal.

Penulis: S.Hadi.HS