PT. Propan Diduga Langgar UU PPLH No 32 Thn 2009. Dan PP 101 Thn 2014 Tentang Label B3

0
86
Gambar Ilustrasi

Bbsnews, Kabupaten Tangerang – Adanya penyalahan dalam pendistribusian serta pemanfaatan limbah terkontaminasi B3 yang di hasilkan PT. Propan yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto Km. 10 Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Disinyalir Di Kelola tidak sesuai prosedur, Senin (11/2/2019).

PT. Propan perusahaan yang memproduksi cat dan menghasilkan limbah B3 yang telah bekerjasama dengan PT. Gema Putra Buana sebagai transforter dan pemanfaat limbah B3 diduga telah melanggar UU PPLH no 32 thn 2009,dan PP 101 thn 2014 tentang label B3.

Hasil investigasi yang dihimpun Awak Media Bbs.co.id bahwa adanya dugaan Drum dan Majun terkontaminasi limbah di bawa ke lokasi di Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jati Uwung Kota Tangerang. Milik saudara ‘Y’ dan diduga tidak memiliki ijin secara kontrak dengan PT. Propan untuk menampung limbah terkontaminasi B3 itu.

Alex salah satu kepercayaan PT. Propan saat di konfirmasi via WA belum memberikan tanggapan.
Sementara, Ketua DPD Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Provinsi Banten M. Ade Suhaedi sebagai kontrol sosial sangat menyayangkan hal tersebut yang dilakukan PT. Propan dalam pemanfaatan dan pendistribusian limbah terkontaminasi B3.

“Saya akan mengirim surat ke DLHK Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten serta ke KEMEN LH agar PT. Propan dapat memperbaiki tata kelola pengelolaan limbah B3 nya,” ucap Ade.

Tak hanya itu, dalam proper 2 Tahun terakhir ini. Berdasarkan data dari keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan Republik Indonesia. PT. PROPAN masuk dalam kategori ‘MERAH’ sesuai SK No 892/MENLHK/SEKJEN/SH.0/12/2016 dan SK No 696/MENLHK/SEKJEN/KUM.1/12/2017.

Hingga berita ini diturunkan Pihak PT. Propan belum dapat dikonfirmasi terkait adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak PT. Gema Putra Buana sebagai pemegang kontrak dengan PT.Propan. (red/tim)

Facebook Comments
torabika