Presiden Jokowi Memberikan Bantuan 10 Juta Kepada Ibu Penjual Nasi Warteg Di Serang Banten

oleh
Presiden Jokowi Memberikan Bantuan 10 Juta Kepada Ibu Penjual Nasi Warteg Di Serang Banten


PaparazyNews.NET – Ibu Saeni adalah Sosok seorang Penjual Nasi Warteg berusia 53 tahun, diketahui Ia sudah berjulan cukup lama di kawasan Pasar Induk RauKota Serang, Banten.

Memang diketahui Sesuai Perda dan Kesepakatan bersama Tokoh ulama dengan Pemkot Serang, dilarang berjualan Makanan dan minuman Selama bulan puasa dari Pagi hari hingga Sore hari menjelang maghrib, kecuali mulai Pukul 16:00 – 04:00 WIB pagi.

Oleh Karena peraturan tersebut, dari Pemkot Serang mengelar Razia bagi para pedagang yang jualannya di siang hari, dan apabila ada akan disita Satpol PP Kota Serang.

Nasib Naas bagi Ibu Saeni (53) yang baru selesai masak makanan Lauk-Pauk yang akan dihidangkan, tiba-tiba dengan sigap petugas Satpol PP Kota Serang mengangkut Semua makanan milik Ibu Saeni kedalam Plastik/Karung, dengan nada memohon dan minta ampun ibu Saeni (53) minta barang dagangannya tidak diangkut Petugas. Akan tetapi petugas Satpol PP tidak menghiraukan permohonan ibu Saeni (53).

Dari Kronologi diatas, membuat Sebagai Lapisan Masyarakat Indonesia turut prihatin dengan perbuatan serta tingkah laku Satpol PP Kota Serang yang tidak ada rasa kemanusiaan dan toleransi terhadap Ibu Saeni (53).

Hal ini membuat sebagian Lapisan Masyarakat mengumpulkan Donasi untuk menyumbang dan membantu Ibu Saeni (53) dari hari Sabtu (11/06) hingga hari Minggu (12/06) jumlah ikut berpartisipasi 2.427 Donasi dari Para pemerhati.

Sementara itu sumbangan yang digalang oleh relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan kitabisa.com mencapai Rp 265.534.758. Nominal Donasi dari sumbangan itu, sedianya akan dipublikasikan langsung oleh pemerkarsa serta Pemerhati dalam penggalangan dana, Dwika Putra yang merupakan Artis Komika, lewat akun twitternya.

” Tim kami bersama ACT dan kitabisa.com akan mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya. Semua Update mengenai data donasi (angka, jumlah transaksi, dll) dapat ditemui di kitabisa.com/bueni,” tulis Dwika, Minggu (12/6) saat dikonfirmasi.

Dan harus diketahui Pula, Atas insiden yang dialami ibu Saeni (53), mengundang perhatian dari Presiden Joko Widodo.
Pasalnya, Presiden memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp.10 juta, yang diwakilkan oleh 2 (dua) orang utusan Presiden pada Ahad (12/06) siang.

Melalui Staff Pribadi Kepresidenan, memberikan uang sebesar 10 Juta kepada Ibu Saeni (53) dan Sesuai dengan Photo dokumentasi diatas, sedang menunjukkan uang bantuan dari Presiden Joko Widodo.

Pasca razia warung makan yang dilakukan Satuan Polisi PP Kota Serang terhadap warung nasi milik Saeni, ibu penjual nasi warteg di Cikepuh, Kawasan Pasar Induk Rau Kota Serang, hingga Minggu, 12 Juni 2016, Saeni tetap melakukan aktivitas seperti biasa, yakni menyiapkan makanan untuk dijajakan serta dihidangkan.

Nasib yang dialami Ibu Saeni (53) pasca razia yang dilakukan Sat Pol PP Kota Serang, Banten. Diketahui Ibu Saeni (53) sendiri, berasal dari Kali Gangsa, Kecamatan Margadana, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Sesuai pesan Presiden yang disampaikan kepada Saeni (53) melalui dua utusannya itu, uang tunai Rp 10 juta agar dipergunakan untuk membayar utang-utangnya yang sudah digunakan untuk biaya modal dagang.

” Maksudnya, suruh beres-beresin utang, biar ibu tenang, kata yang ngantar uang itu,” ujar Saeni seraya menjelaskan dalam warungnya di Cikepuh Pasar Rau Kota Serang.

Bahwa Saeni mengakui sudah meminjam uang sebesar Rp 600 ribu kepada petugas bank keliling dan juga utang beras setengah karung kepada agen sembako langganannya.

Selain dari Presiden Joko Widodo, bantuan uang tunai untuk Saeni (53) juga akan datang dari sumbangan netizen yang sudah terkumpul digalang ACT dan kitabisa.com hingga mencapai Rp 265.534.758 tersebut, rencananya dari jumlah bantuan yang didapat akan digunakan untuk biaya kuliah anak bungsunya yang sudah semester dua di IAIN Sultan Maulana Hasanudin, Serang, Banten.

Bagi Ibu Saeni (53) mengatakan, Sisanya akan dipergunakan untuk membeli bangunan tempat usaha agar tidak menyewa kontrakan lagi.

Saeni juga mengaku, tidak mengetahui jika Pemerintah Kota Serang melarang warung nasi buka pada siang hari dan hanya diperbolehkan buka pada pukul 4 (empat) sore hingga pukul 4 (empat) pagi.

Dan hal itu sudah tertuang dalam Perda Kota Serang Nomor 20 Tahun 2010 bahwa pihak Sat Pol PP Kota Serang berhak melakukan penertiban dan memberikan sanksi berupa pidana paling lama 3 (tiga) bulan dan denda Rp.50juta (lima puluh juta) rupiah jika ada warung makan yang membandel.

Sementara itu terkait dengan pihak Sat Pol PP Kota Serang yang mempersilahkan bagi para pemilk warung yang terkena razia untuk mengambil jualannya, Ibu Saeni mengaku tidak mengetahui karena panik dan Takut serta memohon petugas untuk tidak mengambil makanan dagangannya.

Serang, 14 Juni 2016
Penulis: Widhi W.Karni