Presiden Jokowi Ikut Sumbang Bagi Pemilik Warteg Ibu Saeni 53 Tahun di Serang Banten Yang Terkena Razia Satpol PP

oleh
Presiden Jokowi Ikut Sumbang Bagi Pemilik Warteg Ibu Saeni 53 Tahun di Serang Banten Yang Terkena Razia Satpol PP


PaparazyNews.NET – Hikmah dari Razia Satpol PP Serang, Banten terhadap Penjual nasi Warteg bernama Ibu Saeni (53) di Pasar Rau Serang yang dagangannya disita lantaran berjualan pada siang hari di bulan puasa berupa Donasi dari lapisan Masyarakat yang prihatin serta mengecam protes pedas bagi Pemda Serang maupun Pemprov Banten.

Terkait insiden tersebut, salah seorang Pemerhati yang merupakan Artis Komika, Dwika Putra bersama Relawan lainnya. Tak ketinggalan juga diketahui, rupanya Presiden Jokowi juga turut menyumbang.

Menurut Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi, mengatakan saat dimintai keterangan terkait insiden tersebut, Presiden Jokowi ikut berpartisipasi memberikan donasinya.

“Iya betul (menyumbang). Tapi aku enggak tahu nominalnya berapa,” kata Johan Budi saat dikonfirmasi, Senin (13/06).

Tetapi Jokowi tidak menyalurkan sumbangannya ke rekening relawan yang menggalang dana. Jokowi mempercayakan sumbangannya itu lewat perantara dari Istana.

” Beliau menyumbangkannya lewat staff dari Istana, yang diberikan langsung ke Ibu Saeni,” Jelasnya Jubir Presiden.

Sementara itu sumbangan yang digalang oleh relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan kitabisa.com mencapai Rp 265.534.758.

Nominal Donasi dari sumbangan itu dipublikasikan langsung oleh pemerkarsa serta Pemerhati dalam penggalangan dana, Dwika Putra, lewat akun twitternya.

” Tim kami bersama ACT dan kitabisa.com akan mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya. Semua Update mengenai data donasi (angka, jumlah transaksi, dll) dapat ditemui di kitabisa.com/bueni,” tulis Dwika, Minggu (12/6) saat dikonfirmasi.

Selain itu Mendagri Tjahjo Kumolo juga ikut memberikan sumbangan. Tjahjo juga menyalurkan sumbangan lewat staff pribadinya yang diberikan langsung ke Ibu Saeni (53).

” Saya pribadi sebagai Mendagri memberikan dana sebagai modal kerja kepada penjual makanan yang makanannya disita Satpol PP,” ucap Tjahjo dalam pesan singkatnya yang dikutip dari detik.com, kemarin.

Nasib yang menimpa Ibu Saeni (53), diketahui pertama kali lewat tayangan salah satu stasiun televisi nasional, Kompas TV. Tampak dari tayangan video itu, Ibu Eni (53) terlihat bingung dan ketakutan saat masakannya disita Petugas.

Petugas Satpol PP dalam tayangan itu terlihat mengamankan barang dagangan ibu Eni yang berupa makanan ke dalam plastik/karung. Razia itu dilakukan lantaran warung itu kedapatan menjual makanan ketika siang hari di bulan Ramadhan. Ini disebut menyalahi imbauan pemerintah daerah setempat yang melarang tempat makan buka di siang hari.

Jakarta, 14 Juni 2016
Penulis: Dede.Setiawan