Polda Metro Jaya Tingkatkan Razia Senjata Api Ilegal

Polda Metro Jaya Tingkatkan Razia Senjata Api Ilegal


PaparazyNews.NET – Kejahatan bersenjata api (senpi) mulai marak terjadi di bulan puasa menjelang lebaran ini. Para pelaku bahkan tidak segan-segan menembak korban, termasuk menembak anggota polisi seperti yang terjadi di Cipondoh, Kota Tangerang.

Untuk mengantisipasi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, pihaknya melakukan pencegahan dengan melakukan operasi Sendak Jaya dengan sasaran senjata api dan bahan peledak.

Tetapi, lanjut Kombes Pol Awi, permasalahannya senjata api yang dilakukan pelaku kejahatan mayoritas adalah senjata api rakitan yang sudah barang tentu ilegal dan tidak terdata di kepolisian.

“Begini, ini kan senjata api rakitan bukan legal. Kalau legal enggak ada masalah, legal kan sudah tertata, dalam artian perizinannya, ini yang jadi masalah kan ilegal, senjata api rakitan kan,” jelas Kombes Pol Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (12/06), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Selain peralihan dari kejahatan yang tadinya menggunakan tangan kosong kemudian kali ini mempersenjatai diri dengan senjata api, para pelaku kejahatan juga disinyalir sudah mampu merakit sendiri senjata api ilegal.

” Ya rekan-rekan tahu sendiri yang begitu, dalam perkembangannya masyarakat kita ini ternyata para pelaku kejahatan sudah pandai merakit senjata, seperti jenis revolver yang kemarin,” tutur Kabid Humas.

Kombes Pol Awi mencontohkan seperti 2 pelaku begal yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Cipondoh, Kota Tangarang, Jumat (10/6) lalu, diketahui senjatanya adalah revolver rakitan. Dua anggota Polsek Pesanggrahan mengalami luka tembak dalam peristiwa tersebut.

” Kasat mata mirip, tapi kan itu rakitan, rakitan kan manual ya bukan seperti senjata kita yang semi automatis itu,” tutur Kombes Pol Awi.

Operasi Sendak Jaya sendiri telah digelar sejak beberapa hari yang lalu. Polisi telah menyita sejumlah senjata ilegal yang diperdagangkan secara bebas di beberapa lokasi.

Jakarta, 16 Juni 2016
Penulis: Yuddi Morrison

Polda Metro Jaya Tingkatkan Razia Senjata Api Ilegal

Polda Metro Jaya Tingkatkan Razia Senjata Api Ilegal


PaparazyNews.NET – Kejahatan bersenjata api (senpi) mulai marak terjadi di bulan puasa menjelang lebaran ini. Para pelaku bahkan tidak segan-segan menembak korban, termasuk menembak anggota polisi seperti yang terjadi di Cipondoh, Kota Tangerang.

Untuk mengantisipasi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, pihaknya melakukan pencegahan dengan melakukan operasi Sendak Jaya dengan sasaran senjata api dan bahan peledak.

Tetapi, lanjut Kombes Pol Awi, permasalahannya senjata api yang dilakukan pelaku kejahatan mayoritas adalah senjata api rakitan yang sudah barang tentu ilegal dan tidak terdata di kepolisian.

“Begini, ini kan senjata api rakitan bukan legal. Kalau legal enggak ada masalah, legal kan sudah tertata, dalam artian perizinannya, ini yang jadi masalah kan ilegal, senjata api rakitan kan,” jelas Kombes Pol Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (12/06), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Selain peralihan dari kejahatan yang tadinya menggunakan tangan kosong kemudian kali ini mempersenjatai diri dengan senjata api, para pelaku kejahatan juga disinyalir sudah mampu merakit sendiri senjata api ilegal.

” Ya rekan-rekan tahu sendiri yang begitu, dalam perkembangannya masyarakat kita ini ternyata para pelaku kejahatan sudah pandai merakit senjata, seperti jenis revolver yang kemarin,” tutur Kabid Humas.

Kombes Pol Awi mencontohkan seperti 2 pelaku begal yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Cipondoh, Kota Tangarang, Jumat (10/6) lalu, diketahui senjatanya adalah revolver rakitan. Dua anggota Polsek Pesanggrahan mengalami luka tembak dalam peristiwa tersebut.

” Kasat mata mirip, tapi kan itu rakitan, rakitan kan manual ya bukan seperti senjata kita yang semi automatis itu,” tutur Kombes Pol Awi.

Operasi Sendak Jaya sendiri telah digelar sejak beberapa hari yang lalu. Polisi telah menyita sejumlah senjata ilegal yang diperdagangkan secara bebas di beberapa lokasi.

Jakarta, 16 Juni 2016
Penulis: Yuddi Morrison