Pipa Gas di Laut Bocor, Kapten Kapal MV Lumoso Raya Diperiksa

0

Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten memeriksa kapten beserta kru kapal MV Lumoso Raya terkait pipa gas bocor di perairan Banten. Pemeriksaan dilakukan lantaran ada indikasi kebocoran disebabkan oleh jangkar kapal.

Seperti yang dilansir oleh detik.com pada Selasa (10/07/18)  Saat kejadian bocornya pipa gas milik PT CNOOC tersebut, kapal kargo pengangkut batu bara itu sedang lego jangkar di dekat lokasi bocornya pipa gas.

“Penyebab ini masih dalam penyelidikan makanya kita juga memeriksa beberapa kapal, kru kapal termasuk kapten kapal karena berada di dekat lokasi,” kata Direktur Polairud Polda Banten, Kombes Nunung Syaifuddin, Selasa (10/7/2018).

Pihak kepolisian tak mau gegabah menentukan penyebab bocornya pipa gas yang sempat menyeburkan gas hingga ke permukaan laut. Proses penyelidikan masih terus berlanjut, pada Senin (9/7) malam, polisi sudah memeriksa beberapa kru kapal.

“Kita menggunakan azas praduga tak bersalah adapun indikasi ke situ ada tapi kita pastikan lagi melalui proses penyelidikan,” kata dia.

Sambil menunggu proses penyelidikan, polisi masih memasang perimeter untuk mengamankan lokasi dengan menyiagakan dua kapal milik Polair. Nunung menambahkan, tim dari Kementrian ESDM akan mengecek lokasi untuk mengatahui dampak dari kebocoran tersebut.

“Sementara masih kita larang 1-2 mil (kapal melintas) nanti setelah ada hasil dari tim terpadu kita, baik dari Polda kemudian dari KSOP dan kementrian ESDM silakan baru bisa melintas,” ujarnya.

Bocornya pipa gas milik PT CNOOC terjadi pada Senin (9/7) sekitar pukul 09.45 WIB. Kebocoran itu menyebabkan salah satu turbin PLTGU Cilegon di Bononegara, Serang, mati akibat suplai gas dari pipa itu terhenti. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, polisi bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan dampak yang ditimbulkan dari bocornya pipa gas.
(mam/yes)

Facebook Comments
torabika