Pesisir Banten Rawan Penyelundupan Narkoba

Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten AKBP Agus Mulyana mengungkapkan, pantai pesisir Banten daerah rawan jalur penyelundupan narkoba jaringan internasional, dan ada 6 wilayah diantaranya Pantai Tangerang, Anyer, Labuan, Ujungkulon, Binuangeun dan Bayah.

Di tahun 2017, kata AKBP Agus, tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok berhasil menangkap penyelundup narkoba jenis sabu seberat satu ton dari China.

Menurut Agus, para bandar narkoba jaringan internasional tersebut, memanfaatkan jalur pantai pesisir Banten yang pengamanannya tidak begitu ketat dibandingkan melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Untuk mencegah penyelundupan itu, BNN Provinsi Banten melakukan sosialisasi kepada para nelayan. Sosialisasi dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap warga asing saat memberikan upah cukup besar untuk mengangkut barang.

Jika menemukan kejadian tersebut, BNN meminta seluruh nelayan segera melapor ke petugas terdekat. “Kami minta nelayan tidak mudah tergiur jika warga asing menyuruh jasa untuk mengangkut barang yang belum diketahuinya,” ujar Agus kepada wartawan, kemarin.

Agus mengatakan, peredaran narkoba di Provinsi Banten tahun ke tahun kian meningkat. Hal itu disebabkan lokasi Banten yang strategis dan terdapat pantai pesisir yang luas. Saat ini, Provinsi Banten masuk kategori daerah rawan peredaran narkoba dengan peringkat ke-14 besar tingkat nasional.

Sebanyak 253 pengedar narkoba kini sudah direhabilitasi di Sekolah Polisi Negara Mandalawangi, Pandeglang. Selama direhabilitasi, mereka mendapat pembinaan kepribadian, kemandirian, dan ketrampilan lainnya.

Agus berharap, pembinaan ini dapat membuat para pengedar hidup mandiri dan tidak kembali menggantungkan hidupnya terhadap narkoba. “Saya kira rehabilitasi narkoba ini menjadi tugas pemerintah dari empat juta orang itu, kalau Indonesia ingin bebas narkoba, sumber masalah itu adalah penyalahgunaan,” tungkasnya.(red)

Facebook Comments
torabika