Perlu Tahu, Ini Sebabnya Susah Sekali Berhenti Merokok

0

Terlepas dari kecanduan rokok rasanya sulit sekali. Banyak orang yang telah mencoba untuk berhenti namun kembali lagi dengan adiksinya.

Dikutip dari detik.com (29/07/18) Padahal, menurut Fuad Baradja, seniman yang terkenal di sinetron Jin dan Jun dan sekarang aktif menjadi terapis tobat rokok, rasa asli rokok itu enggak enak lho!

“Rokok, itu aslinya rasanya enggak enak. Rokok itu pahit, enggak enak. Mual rasanya, mau muntah. Tapi kalau orang itu sudah ngerokok, ngerokok lagi, kecanduan. Ketika dia kecanduan, dia ngerokok terus ngerokok terus. Ketika dia ngerokok terus, saat itulah tubuhnya bermasalah,” tutur Fuad saat ditemui detikHealth.

Orang yang tidak pernah merokok sebelumnya tentu tidak ada keinginan untuk merokok. Namun, begitu candu masuk ke dalam tubuh, efek dari candu itulah yang membuat seseorang lagi dan lagi merokok, meskipun pada awalnya sadar rokok itu rasanya tidak enak.

Karena itu, ia kerap membantu orang untuk diterapi agar bisa terlepas dari kecanduan. Ia menggunakan metode SEFT, pengobatan alternatif dari Amerika bernama EFT (emotional freedom technique) yang kemudian dikembangkan oleh Ahmad Faiz Zainuddin dengan menambahkan kata ‘spiritual’ yang diklaim dapat menyelesaikan masalah fisik atau psikis.

Metode tersebut meliputi totok di area tubuh tertentu, seperti akupunktur namun tidak menggunakan jarum. Ia menyebutkan, totok yang dilakukan dapat mengembalikan rasa pahit rokok seperti saat pertama kali mencoba rokok.

“Dengan pengaruh rasa rokok yang enggak enak itu, orang bisa bertahan enggak ngerokok, sampai pengaruh nikotin di otaknya hilang, udah enggak kepengin ngerokok lagi,” jelasnya.

 

Menurut Fuad Baradja, berhenti merokok harus dimulai dengan keinginan kuat dari si perokok.Menurut Fuad Baradja, berhenti merokok harus dimulai dengan keinginan kuat dari si perokok. Foto: Aisyah/detikHealth

Menurut keterangan Fuad, orang yang melakukan terapi dengannya bisa 3-4 lepas dari kecanduan rokok, namun kembali lagi seberapa besar niat seseorang juga mempengaruhi.

“Kalau dia niatnya kurang niat, ada yang dipaksa istrinya, ya kalau ngerokok lagi harus diterapi lagi. Kalau dia ngerokok lagi, ngerokok lagi, berarti dia enggak ada keinginan dong,” tutup Fuad.

(mam/yes)

Facebook Comments
torabika