Penerobos Jalur Busway Ditilang & Jika Tidak Bayar Di Bank, Akan Di Blokir STNK-nya

oleh
Penerobos Jalur Busway Ditilang & Jika Tidak Bayar Di Bank, Akan Di Blokir STNK-nya


PaparazyNews.NET – Mulai Senin (13/6), Petugas Polisi lalu lintas (Polantas) akan memberikan surat tilang slip biru dengan denda tilang maksimal Rp 500 ribu kepada penerobos busway. Bagi pelanggar yang sudah dikenai tilang tapi tak bayar ke bank akan diblokir STNK-nya.

” Setelah diberikan tilang slip warna biru, artinya pelanggar harus bayar ke bank yang sudah ditunjuk. Apabila tidak dilaksanakan, maka ketika dia perpanjang STNK nanti akan diblokir,” kata Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Senin (13/06).

Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera dan kesadaran berkendara.

” Diharapkan kesadaran masyarakat lebih disiplin, jadi masyarakat harus membayar denda maksimal itu ke bank kalau tidak mau kena blokir,” jelas AKBP Budiyanto.

Sementara AKBP Budiyanto menjelaskan, nantinya pelanggar tetap akan disita SIM atau STNK-nya apabila terbukti menerobos busway. Barang bukti sitaan tersebut akan dilimpahkan ke pengadilan selambatnya Kamis sebelum sidang tilang pada Jumat dilaksanakan.

” Tetap kita sita SIM atau STNK-nya. Nanti kita serahkan ke pengadilan. Setelah denda dibayar, nanti barang buktinya bisa diambil di pengadilan atau di Penyidik kalau belum diserahkan (oleh penyidik) ke pengadilan, sambil menyerahkan tanda bukti pembayaran tilang,” papar AKBP Budiyanto.

Upaya penindakan dengan memberikan slip tilang warna biru ini akan diterapkan mulai Senin (13/6). Penindakan dengan tilang biru diprioritaskan di jalur protokol kawasan Sudirman-Thamrin.

Setelah hari pertama Petugas Polantas Polda Metro Jaya melaksanakan Penegakan Sterilisasi Jalur Busway. Di hari kedua, diketahui Sebanyak 408 kendaraan yang diberikan sanksi tilang.

Diantaranya, pemberian Sanksi Tilang kepada 402 Kendaraan Roda dua (R2) yang nekat terobos jalur Busway, merupakan imbas dari sterilisasi jalur busway yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kasubdit Gakum Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan, sebanyak 408 pelanggar itu, lebih banyak kendaraan R2 yang melintas dan diberikan sanksi berupa tilang lantaran masih nekat menerobos jalur busway tersebut.

” 408 pelanggar itu rinciannya 402 pengendara motor, 5 (lima) kendaraan pribadi dan 1 (satu) mobil yang mengangkut barang, ” kata AKBP Budi dalam keterangannya, Selasa (14/06) saat di Mapolda.

Lebih lanjut AKBP Budi menambahkan, sebanyak 232 SIM dan 176 STNK yang disita oleh pihaknya dari sejumlah ruas jalur busway di Ibu Kota.

” Menurut data profesi ada 406 karyawan swasta, satu sopir dan satu buruh yang kita tindak hari ini,” tandas AKBP Budi.

Jakarta, 16 Juni 2016
Penulis: Puji Suharno