Pendapat MUI mengenai Ibu Warteg Yang Kena Razia Satpol PP Serang Banten

oleh
Pendapat MUI mengenai Ibu Warteg Yang Kena Razia Satpol PP Serang Banten


PaparazyNews.NET – Dengan adanya para pemerhati dari 2.427 orang dengan jumlah donasi sebesar Rp 265.534.758.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Amas Tadjuddin mendukung tindakan razia oleh Satpol PP Kota Serang terhadap warung nasi yang buka di siang hari pada bulan Ramadhan.

Bagi Amas mengatakan, MUI pada prinsipnya mendukung tindakan tegas Satpol PP untuk menertibkan sesuai surat edaran wali kota, dan hasil kesepakatan Rakor MUI Kota Serang bersama ormas Islam se-Kota Serang dan perwakilan para pedagang.

” Kesepakatannya, bahwa tidak dibolehkan rumah makan buka di siang hari selama bulan Ramadhan kecuali pukul 16.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB pagi,” ujar Amas, Minggu (12/6) saat dikonfirmasi.

Terkait persoalan terjadinya insiden razia di Pasar Rau, Amas selaku Sekretaris MUI kota Serang, berpendapat hal itu harus dilihat dari sudut pandang dulu, bahwa Satpol PP telah melakukan tugasnya secara tegas. Dalam menegakan hukum, selalu ada konsekuensi.

Amas Tadjuddin mengakui, dalam penegakan hukum harus memperhatikan unsur manusiawi. Soal cara Satpol PP menyita makanan dagangan, Amas Tadjuddin menilai hal tersebut mungkin saja bermaksud sebagai barang bukti.

” Apakah itu melanggar HAM (hak asasi manusia) atau tidak manusiawi itu kembali pada prespektif masing-masing tapi dengan dasar menghormati orang Islam yang sedang berpuasa,” ujarnya saat dimintai terkait insiden yang menimpa ibu Saeni penjual nasi Warteg.

Dilain sisi MUI Provinsi Banten mempunyai Pandangan yang berbeda dengan MUI Kota Serang. Menurut MUI Provinsi Banten melalui rilisnya mengatakan petugas Satpol PP memang aparat pemerintah daerah yang berwenang melakukan penindakan dalam menegakkan perda. Namun menurut MUI Banten, dalam penegakan Perda hendaknya tidak pandang bulu sesuai dengan kesepakatan tidak boleh berjualan makanan bagi Rumah Makan dan Sejenisnya di Siang hari selama bulan puasa, kecuali pukul 16:00 – 04:00 WIB.

” Kami mengharapkan, tidak ada penyitaan barang dagangan kepada petugas terkait. Kami juga mengajak umat Islam Provinsi Banten agar tetap tenang, menjalankan ibadah puasa dan amaliah Ramadhan dengan khusyuk. Jangan terpancing jika ada provokasi pihak yang tidak rela melihat kedamaian di kalangan umat Islam dan masyarakat Banten dengan memanfaatkan kejadian ini,” ujar Ketua Umum MUI Banten A.M Romly saat dimintai keterangan seputar razia Satpol PP Serang yang menimpa ibu Saeni Penjual nasi Warteg.

Serang, 14 Juni 2016
Penulis: Widhi W.Karni