Pemprov Banten Terus Tingkatkan Iklim Investasi

SERANG – Untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi, berbagai upaya untuk menarik investasi di Provinsi Banten terus dilakukan. Namun, untuk menciptakan iklim yang mendukung tumbuhnya investasi, diperlukan kerja keras dan sinergitas semua pihak.

Demikian disampaikan Gubernur Banten, Wahidin Halim, Rabu (15/11/2017). Dia meyakini, kegiatan investasi akan memberikan dampak yang besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah Masuknya kegiatan Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN) secara tidak langsung memberikan efek positif bagi Provinsi Banten, seperti terbukanya peluang tenaga kerja dan mendorong pendapatan asli daerah. Tren investasi tersebut juga diikuti oleh semakin luasnya lapangan pekerjaan di Banten.

“Sejauh ini iklim investasi di Banten sudah cukup baik. Terbukti, Banten selalu masuk dalam lima besar daerah dengan angka investasi tertinggi di Indonesia,” kata Wahidin.

Dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), total investasi yang masuk ke Banten di periode Januari-September 2017 mencapai  Rp41,89 triliun dari target investasi sebesar Rp61,9 triliun. Pada triwulan III 2017, Penanaman Modal Asing (PMA) di Banten menduduki peringkat ketiga nasional dengan nilai investasi mencapai 1.078,8 juta US$ yang tercakup dalam sebanyak 464 proyek investasi.

Sementara, untuk sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Banten menempati peringkat 5 secara nasional dengan nilai investasi sebesar Rp3,6 triliun yang mencakup 147 proyek investasi. Keberhasilan realisasi investasi  Banten dari Januari-September mecapai 297,09 persen terhadap target daerah dan 67,67 persen terhadap target nasional.

Wahidin menyampaikan, capaian investasi tersebut merupakan indikator bahwa iklim dan potensi penanaman modal di Banten sangat kondusif. Namun, iklim itu harus terus dijaga dan ditingkatkan agar investor yang sudah masuk tidak memindahkan investasinya ke tempat lain, dan investor lain pun tertarik untuk masuk ke Banten.

“Untuk menunjang kondusifitas iklim investasi di Banten, tentu banyak yang harus dilakukan. Baik oleh pemerintah di tingkat pusat hingga ke level desa, maupun oleh stakeholder lain, termasuk masyarakat Banten sendiri,” kata Gubernur yang biasa disapa WH itu.

Dalam menciptakan iklim investasi yang baik, sambung WH, pemerintah juga berupaya meningkatkan ketersediaan saran dan prasaran penunjang investasi, seperti infrastruktur. Menurut WH, ketersediaan infrastruktur juga menjadi perhatian penting dalam mendongkrak pertumbuhan investasi di Banten.

Karena itu, lanjutnya, pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang yang diinisiasi pemerintah pusat juga akan sangat menunjang kegiatan investasi. Saat ini investasi sektor pariwisata sangat prospektif bagi Pemprov Banten, terutama dengan ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang.

“Sektor investasi pariwisata sangat prospektif. Ini juga jadi fokus kita. Keberadaan jalan Tol Serang-Panimbang menjadi akses penting dalam mendorong pertumbuhan investasi wisata di Banten Selatan seperti Pandeglang,” jelas alumni Universitas Indonesia itu.(CON/TBI)

Facebook Comments
torabika