Pemda Dianggap Belum Serius?

SERANG
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, dinilai belum serius dalam melakukan pemberantasan narkoba. Padahal wilayah terujung Pulau Jawa ini masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat pengguna narkoba yang cukup tinggi.

Penilaian tersebut disampaikan Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Provinsi Banten di Serang, Senin (2/4). “Kenapa kami bilang belum serius, karena dalam upaya pemberantasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba mereka (Pemda-red) belum memiliki regulasi yang jelas dan tegas. Kalau semuanya diserahkan kepada kami mana mungkin akan terselesaikan. Banten ini kan luas sementara jangkuan dan kemampuan anggaran kami juga terbatas,” tutur Sugino.

Oleh sebab itu, agar pencegahan nakoba bisa bejalan maksimal kami gandeng teman -teman dari berbagai lapisan masyarakat. “Seperti Ganas, Gempita, GMDM, Ganas Anar, GP Ansor dan lain-lain. Jadi merekalah yang secara langsung berhadapan dengan masyatakat dalam membantu pencegahan narkoba di Banten,” ujarnya.

Dari data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten, Negeri Jawara ini menempati peringkat 14 nasional sebagai daerah yang bahaya peredaran barang haram tersebut.

Menurut Sugino, tak sedikit penggunanya adalah siswa sekolah. “Banten peringkat 14 bahaya narkoba di Indonesia. Di Banten kami berhasil menemukan pelajar SMA yang rumahnya di desa, yang telah menjadi pecandu. Pelajar SMA tersebut telah terjangkit HIV,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pecandu narkoba yang terdata di Provinsi saat ini jumlahnya lebih dari 150.000 orang. Namun, diprediksikan masih banyak pemakai narkoba lainnya yang belum terdata. Dari jumlah tersebut baru 1,8 persen yang tertangani di panti rehabilitasi.

BNNP Banten hingga kini sudah membongkar puluhan jaringan narkoba. “Jaringan narkoba yang bergerak di wilayah Banten telah banyak kami ungkap. Begitu juga jaringan narkoba internasional juga berhasil diungkap,” ucap dia.

Disamping itu, lanjut Sugino pantai pesisir dan pulau terpencil Banten rawan dijadikan jalur penyelundupan narkoba jaringan internasional untuk masuk ke Pulau Jawa. Alasannya, pengamanan petugas patroli laut tidak begitu ketat di kawasan ini. Adapun pantai pesisir Banten yang masuk kategori mulai pantai Tangerang, Anyer, Labuan, Ujungkulon, Binuangeun dan Bayah.

Untuk mencegah penyelundupan narkoba itu, BNN Provinsi Banten melakukan sosialisasi kepada warga yang ada di pantai pesisir provinsi itu.

Kegiatan sosialisasi itu guna meningkatkan kewaspadaan terhadap warga asing yang tidak dikenal jika memberikan upah cukup besar untuk mengangkut barang. Apabila nelayan mencurigai gerak-gerik warga asing maka segera melapor ke petugas terdekat.

“Kami minta warga tidak mudah tergiur jika orang asing menyuruh jasa untuk mengangkut barang yang belum diketahuinya,” harapnya usai mengujungi pesisir pantaib dan pulau-pulau terpencil di Banten. Salah satunya pulau Tunda. (imam)

Facebook Comments
torabika