Pembebasan Lahan Untuk Landasan Pacu (RUNWAY 3) Bandara Soekarno-Hatta

Pembebasan Lahan Untuk Landasan Pacu (RUNWAY 3) Bandara Soekarno-Hatta


PaparazyNews.NET – Diketahui Sejak bulan April 2016 hingga bulan Juni 2016 dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang telah membantu serta melaksanakan untuk Pembebasan Lahan Landasan Pacu (Runway 3) Bandara Indonesia Soekarno-Hatta yang telah direncanakan sejak 2014 tahun lalu dari pihak Angkasa Pura II.

Maka pihak Angkasa Pura II melalui proses dan rencana yang cukup panjang, pada tahun 2016 dengan dibantu oleh Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Tangerang dan Badan Pertahanan Nasional (BPN) melakukan upaya pengukuran dan pembebasan lahan pemukiman warga 3 (tiga) Desa di Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang.

Adapun 3 (tiga) desa yang terkena imbas pembebasan lahan untuk landasan pacu Bandara Indonesia Soekarno Hatta, adalah Desa Rawa Rengas, Desa Rawa Burung, dan Desa Bojong Renged. Lahan yang dibebaskan Seluas ± 350 hektar serta dihuni sebanyak ± 4.500 Kepala Keluarga (KK).

Rencananya pembebasan lahan tersebut, sebagai penambahan runway bandara yang sudah tidak mencukupi dan memadai dengan banyaknya Maskapai penerbangan dalam negeri serta asing yang ada di indonesia serta banyaknya jalur penerbangan yang dibuka antar kota di Indonesia maupun antar negara lain.

Oleh karena hal itu, Pihak Angkasa pura II menambah lahan untuk landasan pacu, yang melibatkan BPN dan Pemkab Tangerang. Sedangkan diketahui berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan BPN kepada Pemkab Tangerang, khususnya Dinas Ciptakarya dan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP), dan Bagian Aset Setda Kabupaten Tangerang yang ikut serta dalam pembebasan lahan untuk landasan pacu (Runway 3).

Diketahui dari Dinas Ciptakarya Kab.Tangerang menerjunkan 4 (empat) Orang Tim Wasdal, serta DP2KP Kab.Tangerang sebanyak 4 (empat) Orang Tim yang dilibatkan.

Pembebasan Lahan Untuk Landasan Pacu (RUNWAY 3) Bandara Soekarno-Hatta

Menurut Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal), Jainudin,ST mengatakan bahwa, pihaknya konsisten dengan arahan serta tugas yang diberikan oleh pimpinanan dalam kegiatan proses pembebasan dan pengukuran lahan yang ditargetkan selama 3 (tiga) bulan, yang dilaksanakan mulai April – Juni 2016 ini berjalan lancar tanpa hambatan.

” Memang personel tim kami dilapangan tetap konsisten dengan tugas yang diberikan oleh pimpinan, dalam jangka waktu target selama 3 bulan dari April hingga Juni bulan ini berjalan lancar, tidak ada hambatan, doakan saja cepat selesai,” terangnya Kabid Wasdal, Selasa (21/06) diruang kerjanya.

Lebih lanjut Jainudin,SE, melanjutkan, dari Tim kami yang awalnya diterjunkan 4 orang di lokasi, karena keterbatasan personel kami mengajukan penambahan sebanyak 21 orang, gunanya agar target yang diberikan 3 bulan cepat selesai dan rampung.

” Awalnya personel tim yang diterjunkan berjumlah 4 orang, karena target waktu hanya 3 bulan, kami dari wasdal ciptakarya mengajukan penambahan sebanyak 21 orang, agar proses pelaksanaan segera rampung dan selesai cepat,” ujarnya.

Memang saat pantauan, Koodinator tim dari Dinas Ciptakarya Kabupaten Tangerang yang diketahui bernama Edijon,SE serta Wakil Koordinator, Iwan Nurhuda, SE saat dilapangan.

Menurut Iwan selaku Wakil koordinator mengatakan, bahwa tugas yang diberikan oleh pimpinan telah rampung dan sebelum lebaran hari raya Idul Fitri 1437 H dari awalnya personel hanya berjumlah 4 orang diantaranya: Edijon, SE Iwan Nurhuda, SE, Ilham Jaya Kusuma, dan Dita Naseptian, SIp. Selama proses berjalan, karena keterbatasan personel, ada penambahan personel sejumlah 21 orang dari Dinas Ciptakarya Kab.Tangerang yang ikut membantu pelaksanaan tersebut.

” Alhamdulillah, Kami dari Tim Ciptakarya Pemkab Tangerang telah bekerja secara aktif dalam pelaksanaan, yang telah diberikan tugas oleh pimpinan secepatnya dapat rampung sebelum lebaran,” katanya.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Ciptakarya Kab.Tangerang, Ir.Taufik Emil, MT mengatakan, bahwa dari BPN Kab.Tangerang meminta bantuan dari Dinas Ciptakarya untuk ikut serta dalam proses pembebasan dan pengukuran Lahan untuk Landasan pacu (Runway 3) di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Sebanyak 21 orang personel yang dilibatkan turut membantu pelaksanaan kegiatan itu.

” Memang betul, dari pihak BPN meminta bantuan personel untuk Pembebasan dan Pengukuran Lahan untuk Landasan Pacu (Runway3), 21 orang yang kami libatkan turut membantu disana,” terang Kadis Ciptakarya.

Penulis: Dede.Setiawan