Pelanggar SIM Yang Ditilang Bisa Diantar ke Rumah, Alternatif Menghindari Desakan serta Antrian

2
Pelanggar SIM Yang Ditilang Bisa Diantar ke Rumah, Alternatif Menghindari Desakan serta Antrian

PaparazyNews.NET – Panas, berdesakan, dan lama. Mungkin itu pengalaman saat mengurus sidang tilang di hampir penjuru Nusantara. Tapi di Jakarta Barat, hal itu tidak terjadi. Bagi tertilang cukup duduk manis di rumah sambil minum kopi, buka internet, bayar online dan SIM diantar ke rumah.

Dalam hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) Dr. Reda Manthovani mengatakan, bahwa sistem ini diterapkan supaya pelanggar lalu lintas yang sibuk tak bisa bersidang bisa tetap mengurus proses hukumnya cukup dari ponsel atau komputer dari rumahnya masing – masing.

” Jadi bagi yang tidak sempat ke pengadilan untuk sidang tilang atau ke kejaksaan untuk membayar denda tilang. Sekarang bisa daftar secara online dan SIM-nya diantarkan ke rumah. Tentunya ada biaya tambahan untuk kurir yang mengantar,” ucap Reda, Jumat (10/06) di ruang kantornya.

Reda Manthovani selaku Kejari Jakarta – Barat mencontohkan, Jika seorang pelanggar lalu lintas harus didenda membayar tilangnya Rp 80 ribu dengan adanya delivery SIM/STNK maka pelanggar wajib membayar biaya kurir sesuai lokasi rumah pelanggar,” tuturnya.

Lebih lanjut Kejari Jakarta – Barat mengungkapkan, bahwa Delivery SIM ini hanya bisa dilakukan bagi pelanggar tilang yang domisilinya di Jabotabek saja bukan di Luar Kota Jabotabek.

” Pelanggar lalin denda 80rb, terus Delivery SIM, Misalnya wilayah Jakarta saja, untuk biaya kurir Rp 20 ribu, artinya dia harus bayar Rp 80 ribu ditambah Rp 20 ribu. Jadi yang harus dikeluarkan sesuai wilayah Delivery, ” ucapnya

Menurutnya, Kalau Pelanggar lalin tinggal di wilayah Tangerang, Depok, dan Bogor bisa lebih mahal lagi biaya kurirnya. Tapi ini untuk orang Jabotabek saja.

” Yang pasti pelanggar lalin tinggal di Tangerang, Depok, dan Bogor. Untuk biaya kurirnya bisa lebih Mahal untuk Ongkirnya,” kata Reda Mathovani adalah jaksa yang juga akademisi itu.

Lanjut Reda, Kalau orang Bandung yang kena tilang di Jakarta Barat, belum bisa kita delivery.

” Kalau orang diluar Jabodetabek, seperti Bandung belum bisa di Delivery,” terangnya.

Program Layanan ini sudah dibuka Kejaksaan negeri Jakarta – Barat, sejak 6 Juni 2016. Untuk menggunakan layanan ini, pelanggar cukup mengakses website ­kejari-jakbar.go.id lalu pilih kolom Sarana dan memilih kolom Pendaftaran pembayaran tilang online kurir. Di sana pelanggar harus memasukan data – data mulai dari surat tilang, nomor STNK/SIM berikut namanya hingga alamat rumah untuk diantar.

“Tentunya ini baru bisa dilakukan bagi pelanggar yang ditilang di Jakarta Barat saja. Mudah – mudahan nanti sistem ini berkembang dan bisa berlaku untuk wilayah DKI Jakarta atau seluruh kota di Indonesia,” ucap pencetus program tilang online ini.

Meski menurutnya, proses pembayaran tilang sudah dipermudah, pengendara tetap jangan menyepelekan rambu dan peraturan di jalan raya. Keselamatan di jalan raya tetap harus selalu jadi No.1(satu).

Jakarta, 11 Juni 2016
Penulis: Yudi Morrison

Facebook Comments