Pabrik Petasan di Tangerang Ngumpet di Tengah Sawah

Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander menujukkan barang bukti petasan.

Pagedangngan- Polres Tangsel  menggerebek pabrik petasan di tengah sawah di Cijantra, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander Yurikho mengatakan, razia pabrik petasan untuk menindaklanjuti dan mengantisipasi peristiwa meledaknya pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang.

“Penggerebekan dilakukan pada Selasa 31 Oktober 2017, pukul 10.00 WIB,” kata Alexander Rabu (1/11/2017)

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini berada dari laporan warga. Lokasinya cukup terisolir karena jauh dari pemukiman. Petugas kemudian langsung menuju ke lokasi pabrik tersebut yang berada di tanah Persawahan RT 02/06, Kampung Undrus, Desa Cijantra, untuk observasi.

“Saat digerebek didapati petasan siap edar dan bahan baku pembuat petasan namun untuk pekerja sudah tidak ada,” papar Alex.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, didapati seorang pelaku yang bernama Ade Mukhtar (AM) dan merupakan ketua RW 06 daerah tersebut di sekitaran lokasi.

“AM berada di sekitar lokasi tempat pembuatan selanjutnya saksi, beserta barang bukti diamankan ke Polsek Pagedangan guna penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Barang bukti yang dikumpulkan adalah petasan siap edar diameter 5 cm sebanyak 25 karung plastik, petasan siap edar diameter 2 cm sebanyak 24 cetakan, potasium sebanyak 2 kg, belerang sebanyak 10 kg, bron percikan warna abu-abu sebanyak 2 kg

“Ada juga sumbu siap pakai sebanyak 6 renteng, satu rentengnya sepanjang 30 cm, dan cangkang petasan kosong sebanyak 9 karung,” sambung Alexander.

Untuk pembuatan petasan tersebut, alat-alat yang digunakan para pelaku semuanya terbuat dari kayu dan bahan-bahan yang sangat mudah sekali didapat, seperti palu kayu dan cangkang ukuran besar dan kecil.

Hingga kini Polisi masih mengejar benerapa pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan berjumlah tiga orang dengan inisial M, MS, dan A.(red)

Facebook Comments
torabika