MPR-RI Bersama ICMI Menggelar Sosialisasi Empat Pilar.

[BbsNews.Co.Id] Upaya menguatkan pemahaman masyarakat terhadap 4 Pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Tangerang, bekerjasama dengan MPR-RI menggelar sosialisasi di Aula Bambu Oju Seafood dan Resto, Kelurahan Karangsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Minggu (9/4).

Kegiatan tersebut dihadiri M. Ali Taher Ketua Komisi VIII DPR-RI Fraksi PAN sebagai narasumber dan Jazuli Abdillah selaku pengamat sosial.

Ali Taher mengatakan, empat pilar merupakan penguatan dasar Pancasila dan kecintaan terhadap bangsa yang mulai memudar. Dan kini timbul kecintaan terhadap sukuisme dan kelompok. Melihat hal itu MPR-RI merasa prihatin terhadap masyarakat, maka terselenggaralah sosialisasi tersebut.

“Karena teman-teman di MPR ini merasa prihatin, kalau bukan kita yang menularkan kembali empat pilar itu, lalu siapa,”jelasnya.

Menurut Ia, Kota Tangerang adalah penyangga Ibu Kota Jakarta sehingga tingkat dinamikanya tinggi, maka itu perlu ditingkatkan kembali terkait sosialisasi empat pilar MPR-RI, karena memang faktor disintegrasi sosialnya pun cukup kuat, misalnya kesenjangan antara si kaya dan si miskin dan itu masih banyak terjadi.

“bagaimana cara pemerintah dapat mengatasi hal ini, agar masyarakat dapat merasakan hak-haknya yang belum terpenuhi, oleh karena itu kita berusaha mengembalikan penguatan dasar terhadap empat pilar kepada masyarakat,”tegasnya

Ditempat yang sama Jazuli menguraikan, kegiatan bertujuan untuk penguatan pemahaman nasionalisme terhadap empat pilar ditengah konflik usai Pilkada, misalnya konflik keagamaan dengan adanya gerakan-gerakan radikalisme. Kemudian adanya indikasi paham-paham yang merongrong kewibawaan negara.

“Adanya perpecahan Bhinneka Tunggal Ika, konflik agama, dan gerakan radikalisme usai pilkada kemarin. Maka di acara ini kita mengingatkan agar masyarakat lebih memahami dan menumbuhkan semangat kebersamaan, semangat gotong royong juga semangat kedamaian pasca pilkada ini supaya konflik tidak berkepanjangan,”paparnya.

Selain itu Ketua Panitia penyelenggara, Iman menyampaikan, bahwa peserta sebanyak 400 dan merupakan perwakilan dari mahasiswa, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat se-Tangerang Raya.(Hel)