Meresahkan, Satpol PP Jaring 13 Anjal

TANGERANG,

Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) serta pengamen di razia Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang, Selasa (27/3) kemarin
.

Razia tersebut digelar lantaran keberadaan mereka dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

Bahkan tak jarang mereka menjadikan fasilitas umum sebagai tempat tongkrongan dan merusak fasilitas yang ada seperti Alun-alun atau pun taman yang ada di kota tangerang.

“Secara periodik kami menggelar razia gepeng dan pengamen, sekaligus menegakkan Peraturan Daerah (Perda) perda 5 tahun 2012 tentang pembinaan anak jalanan,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum pada Satpol PP Kota Tangerang, Gufron Falfeli kepada wartawan.

Ia mengaku dalam operasi penertiban anjal dan gepeng tersebut, tak ada pelawanan sama sekali, sehingga memudahkan petugas membawanya ke Markas SatpolPP

“Biasanya terjadi kejar-kejaran dan melawan, karena takut dibawa ke dalam mobil tapi kali ini sedikit kondusif,”jelasnya.

Pada razia yang dilakukan disejumlah titik di Kota tangerang berhasil mengamankan 13 anak jalanan dan gepeng.

“Di Jembatan penyeberangan kami mengamankan dua orang gelandangan yang sedang tertidur lelap,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dari 13 orang terjaring tersebut mayoritas berasal dari luar Kota Tangerang dan dari hasil pendataan, juga diketahui beberapa di antaranya merupakan preman yang kembali terjaring.

“Kita menerima beberapa aduan dari masyarakat terkait tingkah laku anak jalanan yang meresahkan, pengamen-pengamen yang tidak diberi uang melakukan tindakan yang merugikan pengguna jalan,” katanya.

Tidak sekadar didata para Anjal dan Gepeng yang terjaring razia ini juga langsung dikirim ke Dinas Sosial yang memiliki kewenangan menangani hal tersebut.

“Langsung kita kirim ke Dinsos,” pungkasnya.(pedi)

Facebook Comments
torabika