Menguak Alasan Aplikasi Tik Tok Cepat Melesat

Aplikasi Tik Tok yang telah diblokir Kominfo di Indonesia, terbilang masih baru. Namun popularitasnya cepat melesat di Asia Tenggara dan khususnya Indonesia. Apa alasannya kira-kira?

Seperti yang dilansir oleh detik.com pada Rabu (04/07/18) Aplikasi yang berasal dari China ini di negara asalnya dikenal dengan nama Dou Yin. Induk perusahaan itu memutuskan memakai nama Tik Tok dalam ekspansinya ke mancanegara pada akhir tahun 2017.

Tak dinyana, aplikasi ini digandrungi oleh anak muda di Asia Tenggara dan masuk daftar 10 besar aplikasi paling banyak didownload di Indonesia, Thailand, Malaysa dan Filipina. Di Googl Trends, terpantau pula kalau Tik Tok disambut hangat di Asia Tenggara.

“Sekitar 30% populasi di Asia Tenggara berusia antara 18 sampai 24 tahun. Ssebagai perbandingan, rasionya di China adalah 8%. Ini merupakan kelompok umur yang sempurna buat Tik Tok,” sebut Will Wu, kolumnis teknologi di website The Lowdon.

Anak muda di Asia Tenggara juga sangat sosial. “Orang-orang di sini menghabiskan banyak waktu di jejaring sosial. Banyak yang mengekrpesikan dirinya di sana dan dibagi dengan teman dan keluarga,” papar Will.

Ia juga menilai tidak ada kompetitor kuat Tik Tok di Asia Tenggara. Memang ada YouTube, akan tetapi gaya dan penyajiannya berbeda dibandingkan Tik Tok.

Selain itu, ekosistem jejaring sosial di Asia Tenggara makin matang, dengan banyak orang menjadi fans selebritis medsos. Tik Tok pun diuntungkan dengan kondisi ini.

Masalahnya kemudian, banyak konten negatif berseliweran di Tik Tok. Banyak aduan mengenai Tik Tok di Indonesia sehingga akhirnya diblokir sejak kemarin.(mam/yes)

Facebook Comments
torabika