Limbah PT.Dover Chemical Diduga Cemari Lingkungan

Masyarakat yang berada di RT 04/02, Lingkungan Kali Baru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, mengeluhkan adanya bau menyengat yang berasal dari aliran air selokan yang tidak jauh dari pemukiman. Warga menuding PT. Dover Chemical telah mencemari lingkungan dengan cara membuang limbah cair hasil produksi perusahaan ke saluran irigasi lingkungan setempat.

Gumani, selaku Ketua RW 02, Lingkungan Kali Baru, mengatakan, dirinya memiliki sejumlah bukti bahwa Perusahaan tersebut telah mencemari lingkungan. “Baunya tak tertahankan, membuat kami merasa mual dan pusing. Warna airnya pun hitam pekat. Kami yakin bahwa ini adalah limbah pabrik tersebut,” ungkapnya, Rabu, (31/1).

Berdasarkan laporan dari warga kepadanya, lanjut Gumani, praktik pembuangan limbah ke lingkungan tersebut diduga dilakukan oleh PT. Dover sudah sejak lama. “Banyak warga yang melapor ke saya bahwa PT. Dover membuang limbah pada malam hari,” ungkapnya.

Menurut Gumani, bukti pembuangan limbah yang dilakukan perusahaan tersebut, salah satunya berupa rekamanya video yang diambil dari belakang rumahnya, dan telah diperlihatkan kepada pihak kelurahan yang langsung difasilitasi untuk melaporkan dugaan tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup. Bahkan, terdapat pipa pembuangan limbah dari Plan B PT Dover Chemical di saluran irigasi itu.

“Saran dari kelurahan, kami langsung lapor ke DLH Kota Cilegon dan sudah ditinjau ke lapangan. Buangnya malam hari, seminggu kira-kira dua kali. Pernah saya lihat sendiri, tiba-tiba saluran penuh air dan mengeluarkan bau menyengat. Padahal saat itu tidak ada hujan,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Penataan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kota Cilegon Edi Suhadi, membenarkan adanya laporan warga terkait Plan B PT Dover. Kemudian ia mendatangi lokasi bersama-sama warga setempat.

“Tadi kami ke sana setelah ada pengaduan dari masyarakat. Kami juga sudah liat video dari warga,” katanya.

Namun menurut Edi, isi video yang diperlihatkan warga tampak berbeda. Ia pun belum mendapatkan bukti terkait dugaan pembuangan limbah cair hasil produksi pabrik tersebut.
“Isi video itu, limbah dari pipa keluar deras langsung ke saluran air. Tapi saat saya lihat, lokasinya seperti berbeda karena penuh sampah. Jadi kami belum bisa meyakini kebenaran isi video,” ujarnya.

Edi mengaku, pihaknya sempat melakukan pengecekan ke dalam pabrik. Menurut manajemen perusahaan, limbah cair hasil produksi tidak dibuang ke lingkungan. Pengakuan mereka, limbah cair hasil produksi ditampung di tempat penampungan khusus. Kemudian dipindahkan ke Plan A menggunakan mobil tangki. Di Plan A limbah cair diolah, setelah itu baru dibuang.

Meski demikian, pihaknya tetap akan menampung aspirasi warga dan melakukan penyelidikan lebih dalam.

“Kami tetap akan ambil sampel, baik dari saluran irigasi warga maupun tempat penampungan limbah pabrik. Tapi ketika cuaca membaik, karena kalau tercampur air hujan kami tidak bisa ambil sampel,” terangnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan PT PT.Dover Chemical belum bisa dimintai keterangan.

Facebook Comments
torabika