KPK Tetapkan Setya Novianto Tersangka Korupsi Kasus E-KTP.

[BbsNews.Co.Id] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka. Ketua Umum Partai Golkar itu diduga terlibat dalam korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

“KPK menetapkan saudara SN anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Senin (17/7/2017) malam.

Agus menambahkan, Novanto diduga menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi. Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan. Novanto diduga ikut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun. Jaksa yakin tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu dilakukan bersama-sama Setya Novanto.

Hal itu dijelaskan jaksa KPK saat membacakan surat tuntutan terhadap dua terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Setelah dicermati fakta persidangan terhadap dua terdakwa, Irman dan Sugiharto atas dugaan korupsi pengadaan E-KTP tahun 2011-2012 pada Kemendagri, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tersangka baru.

“Saudara Setya Novanto melalui AA diduga memiliki peran dalam proses perencanaan hingga pembahasan dan pengadaan barang jasa E-KTP,” ungkap Agus.

Menurutnya, Setya Novanto melalui AA juga diduga mengkondisikan peserta dan pemenang pengadaan barang jasa E-KTP pada Kemendagri RI. Agus menyebut, fakta persidangan dugaan korupsi ini sejak proses perencanaan yang terjadi dua tahap.

“Setya Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,”pungkasnya.(Kom/HR)