Kota Tua Masih Semrawut, Ini Ultimatum Sandiaga Uno

Seperti yang dilansir oleh detik.com pada (17/06/18) Kota Tua sejatinya merupakan kawasan wisata sejarah di Jakarta. Sayang, suasananya masih semrawut dan inilah langkah yang diambil Sandiaga Uno.

Kesemrawutan yang disebabkan oleh pedagang kaki lima (PKL) masih sering terjadi di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan mengultimatum Dinas UMKM DKI Jakarta untuk segera menyelesaikan persoalan itu.

“Saya akan panggil Dinas UMKM dan saya akan ultimatum,” kata Sandiaga, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

Ia meminta Dinas UMKM untuk bekerja sama dengan Dinas Binamarga dan Dinas Perhubungan. Tujuannya, kata Sandi, agar dapat dihadirkan solusi terkait lalu lintas di Kawasan Kota Tua.

“Untuk menghadirkan tempat-tempat yang bisa dilalui. Cara pemikirannya harus out of the box, harus difokuskan sistem pop up,” katanya.

“Sistem digital ekonomi yang sekarang lagi berkembang, sistemnya masih sistem inilateral, sistem linier, harus diametral, memberikan kekinian. Nggak bisa pakai pola yang dahulu dahulu,” lanjut Sandiaga.

Sebelumnya, Pemprov DKI telah berencana melakukan penataan Kawasan Kota Tua. Penataan di Kota Tua, nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan situasi di kawasan tersebut. Penataan di sana akan berbasis komunitas lokal.

Penataan Kota Tua, kata Sandiaga, akan dibagi dalam tiga tahap. Untuk jangka pendek, Sandiaga akan merelokasi PKL ke lokasi binaan yang ada di Jalan Intan dan mengurai kemacetan yang akan diumumkan bulan ini.

“Yang jangka pendek ini bagaimana memastikan bahwa lebih bisa ada pengaturan, khususnya mengenai kesemrawutan di beberapa titik yang sempat dilaporkan,” terangnya, Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Kemudian, pada jangka menengah, Sandiaga akan menata Kali Besar. Dia ingin Kali Besar menjadi tempat wisata pada Asian Games. Sedangkan untuk jangka akhir, Sandiaga ingin merestorasi Kota Tua ke bentuk aslinya pada 2019.(mam/yes)

Facebook Comments
torabika