Konsumsi Kaldu Gurih Umami Bikin Orang Tak Kalap Makan, Ini Kata Ahli

Benarkah konsumsi kaldu ayam umami dengan campuran MSG bisa bikin makan lebih fokus dan tak kalap? Begini kata ahli.

Ada rasa lain selain manis, asam, asin, dan pahit. Ya, rasa gurih atau umum disebut umami. Umami pertama kali ditemukan oleh Kikunae Ikeda, kimiawan Jepang di tahun 1908. Rasa gurih ini hadir karena penggunaan asam glutamat.

Seperti yang dilansir oleh detik.com pada Jumat (13/07/18) Monosodium glutamat (MSG) menjadi salah satu sumber yang umum dipakai untuk membuat makanan jadi gurih. Banyak pro dan kontra terkait MSG. Ini karena banyaknya peneliti yang menperdebatkan manfaat MSG bagi kesehatan tubuh.

Foto: iStock

Namun beberapa peneliti dari Harvard Medical School di Boston, AS membuat penelitian terkait pengaruh konsumsi umami pada tingkat selera makan.

“Penelitian sebelumnya mempelajari tentang efek dari konsumsi kaldu umami pada nafsu makan, yang biasanya dinilai dengan ukuran subjektif,” ungkap Dr. Miguel Alonso-Alonso, penulis senior dalam penelitian itu.

Penelitian ini diikuti oleh beberapa wanita muda dalam kondisi fisik yang prima. Mereka dibagi dalam dua kelompok. Lalu dihidangkan sajian prasmanan dan disediakan sebanyak 240 ml kaldu ayam. Ada dua pilihan kaldu, kaldu pertama sudah diberi MSG sebesar 1.44 gram.

Sedangkan kaldu kedua hanya berisi kaldu ayam alami. Kemudian peneliti mengamati perbedaan prilaku makan pada dua kelompok tersebut. Sebelumnya, semua wanita muda tadi sudah dipasang alat khusus yang bisa merekam semua pergerakan mata saat sedang makan. Selain itu, otak mereka dipindai agar peneliti bisa melacak aktivitas mereka saat memilih makanan pada menu prasmanan yang tersaji.

Foto: iStock

Hasilnya, wanita muda yang mengonsumsi kaldu umami punya selera makan yang terkontrol. Tatapan mata mereka lebih fokus saat makan. Ada banyak aktivitas di bagian korteks prefrontal dorsolateral kiri, wilayah otak yang berkaitan dengan pengendalian diri saat makan. Dilansir Medical News Today (9/7), penelitian ini juga menyimpulkan ada peningkatan risiko obesitas terjadi pada mereka yang memilih makanan dengan kandungan lemak jenuh sedikit.

Berdasarkan keterangan Dr Alonso-Alonso, minum kaldu umami sebelum makan bisa buat diri lebih condong memilih makanan sehat.

“Penelitian (baru ini) menyarankan orang yang punya risiko obesitas tinggi bisa merasakan manfaat dari konsumsi sup umami sebelum makan untuk mendukung makanan sehat dan pilihan makanan sehat,” ungkap Dr Alonso-Alonso.

Penelitian ini sendiri sudah diterbitkan dalam jurnal Neuropsychopharmacology. Walau begitu, para peneliti menambahkan kalau diperlukannya penelitian lebih lanjut. Terlebih soal manfaat umami pada penurunan berat badan.

“Kami hanya mengevaluasi efek langsung dan dalam konteks laboratorium. Penelitian yang akan datang berfokus pada apakah perubahan yang diamati ini berakumulasi dan mempengaruhi asupan makanan dari waktu ke waktu atau apa mereka bisa dimanfaatkan untuk membantu orang agar berhasil menurunkan berat badan,” tambahnya.
(mam/yes)

Facebook Comments
torabika