Kini Hampir Tak Dikenal, Gimana Cara Kenalkan Jamu pada Kids Zaman Now?

Persepsi jamu dan tanaman herbal bagi kids zaman now menjadi suatu hal tradisional yang sudah ketinggalan zaman. Belum lagi, banyaknya klaim terkait obat herbal yang disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu membuat mereka tak lagi tertarik, dan bahkan ada beberapa yang tak mengenal jamu.

Dikutip dari detik.com (20/07/18) Padahal jamu masih menjadi komponen penting dalam dunia kesehatan, khususnya di Indonesia. Jamu bisa menjadi pilihan pencegah penyakit yang sangat baik, karena manfaat dan khasiatnya langsung dari alam dan tidak tercampur oleh bahan-bahan kimia yang mungkin berbahaya untuk tubuh kita.

“Jamu itu adalah karya dan karsa bangsa Indonesia dan harus dilestarikan. Mungkin zaman sekarang orang melihatnya ‘ah jamu itu dari sampah itu, akar kulit, campur, direbus, warnanya hitam, pahit’ memang! Itu aslinya begitu,” tutur Ir Heru Wardana, M Hort Sc, kepala pengelola Kampoeng Djamoe Organik, saat kunjungan media bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) ke lokasi di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (19/7/2018).

Dalam kunjungan tersebut, ada juga 65 siswa-siswi Sekolah Citra Alam Ciganjur, Jakarta Selatan untuk mengenali seputar jamu dan tanaman herbal. Salah satu siswa sempat menyebut mengenali jamu, namun tidak menyukainya.

“Tau sih jamu, tapi nggak suka soalnya pahit! Tapi ya mau sih minum jamu biar badannya cepet sehat lagi,” ujar Obi, siswa berusia 12 tahun kepada detikHealth.

Heru menyebut fenomena dengan anak-anak muda zaman sekarang masih bisa disiasati. Yakni dengan cara menyesuaikan diri dengan kondisi modern dan memerlukan inovasi namun tidak menghilangkan manfaat, misal mengubah style atau cara penyajiannya sehingga lebih menarik dan ‘sesuai zaman’.

“Dengan perkembangan zaman, di negara-negara Eropa misalnya, bahannya sudah berkembang sudah enak-enak. Kita juga sudah mulai begitu. Saya di sini juga ada, namanya jus jamu,”

Kampoeng Djamoe Organik memiliki Kedai Sehat Alami yang memiliki menu organik. Salah satu inovasi modern yang dilakukan oleh Heru dan tim adalah herbal juice atau jus jamu, yakni jamu dikombinasikan dengan buah seperti nanas, mangga atau belimbing.

Tujuan mencampurkan dengan buah adalah untuk menghilangkan rasa pahit dan tidak enak yang umumnya tidak disenangi anak muda. Dan kombinasi tersebut tidak mengurangi manfaat yang ada baik di dalam jamu maupun buah yang dicampur.

Es krim rasa jamu beras kencur, inovasi modern Kampoeng Djamoe Organik CIkarangEs krim rasa jamu beras kencur, inovasi modern Kampoeng Djamoe Organik CIkarang Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth

Heru menyebut inovasi tersebut sebagai produk against the stream alias antimainstream. Selain jus jamu, ada juga tea, smoothie, lalu ice cream jamu yang sebutnya sangat digemari oleh anak-anak.

“Anak-anak paling suka, mungkin lihat es krimnya tertarik, pas dicoba wah rasa beras kencur, kunyit asem. enak kan, dingin kan. Jadi anak-anak bisa coba, dan enak gitu. Karena anak sekarang mesti juga harus diberi produk yang jaman sekarang,” pungkasnya.

(mam/yes)

Facebook Comments
torabika